Jumat 19 Agustus 2022, 16:01 WIB

Inflasi Diperkirakan Masih Terkendali Hingga Akhir Tahun

Mediaindonesia | Ekonomi
Inflasi Diperkirakan Masih Terkendali Hingga Akhir Tahun

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Buruh angkut menyunggi sekarung bawang bombai di Pasar Pabean Surabaya, Jawa Timur.

 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksikan inflasi tahun 2022 akan berada dalam rentang 4% -  4,8%. Optimisme ini diamini oleh Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman.

Menurutnya inflasi sampai akhir tahun ini diperkirakan berada pada angka 4,6%. "Pemerintah proyeksi di 4 - 4,8% kan ya? Jadi sudah in-line dengan view kami yang 4,6% di akhir 2022 ini," ujarnya saat dihubungi, hari ini.

Faisal mendasarkan pandangannya pada analisis sektor eksternal akan tetap tangguh meskipun masih ada ketidakpastian. Surplus barang pada neraca transaksi berjalan di 2H22 cenderung menyusut karena impor akan mengikuti ekspor seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi domestik.

Selain itu, tren peningkatan sebagian besar harga komoditas juga telah mereda di tengah kekhawatiran resesi global dan normalisasi moneter global yang lebih agresif, yang menyebabkan lesunya permintaan global.
"Hal ini dapat berisiko melemahnya kinerja ekspor di 2H22," lanjutnya.

Meski kinerja ekspor melemah, pertumbuhan impor diperkirakan akan tetap solid karena pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat terus meningkat berkat pelonggaran PPKM yang meningkatkan mobilitas dan permintaan masyarakat.

"Kami terus mempertahankan perkiraan neraca transaksi berjalan tahun 2022 untuk mencatat surplus kecil sebesar 0,03% dari PDB (vs 0,28% dari PDB pada tahun 2021)," pungkasnya.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan keberhasilan Indonesia dalam menahan laju inflasi adalah buah dari berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

“Kita patut bersyukur, di tengah peningkatan inflasi berbagai negara, sebagaimana juga disampaikan Bapak Presiden sebelumnya bahwa inflasi Indonesia cukup terkendali. Terkendalinya inflasi kita saat ini salah satunya karena langkah kebijakan APBN mempertahankan harga energi domestik (shock absorber),” ucap Menko Airlangga.

Baca juga: Rupiah Jadi Alat Pemersatu Bangsa

Ketum Golkar itu juga mengungkapkan ada beberapa program dan upaya ekstra yang sedang dijalankan untuk tetap menjaga laju inflasi. Berbagai upaya itu diharapkan bisa terlaksana dengan baik.

"Beberapa hal yang perlu dijaga dan diantisipasi dalam pengendalian inflasi antara lain terkait peran yang dilakukan pemerintah melalui APBN untuk menahan harga BBM yang tentu menjadi tantangan di kuartal kedua," lanjutnya.

Di Atas 5%

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan, ada sejumlah faktor yang membuat proyeksi proyeksi inflasi YoY INDEF diatas proyeksi pemerintah.

“Pertama, kita dihadapkan pada masih terjadi iklim mempengaruhi beberapa komoditas hortikultura, termasuk geopolitik global mempengaruhi komoditas pangan,pertanian, gandum, pupuk dan sebagainya. Ketika, administered price, itu tidak bisa dikendalikan, macam tiket pesawat, rokok dan BBM, nah BBM ini kan yang akan jauh lebih tinggi,” jelas Tauhid Ahmad.

Rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi disebut faktor utama kenaikan inflasi.  “Inflasi tinggi bahkan diatas 5% bisa terjadi kalau nanti pertalite dan solar dinaikkan. Saya kira memang tidak punya pilihan lain tetapi harus dipikirkan, masyarakat yang terkena dampak dari kenaikan inflasi tersebut.” jelas Tauhid.(OL-4)

Baca Juga

Dok MI

Indonesia Termasuk Negara Berpotensi Resesi, Ini Penyebab dan Pengaruh Resesi

👤Meilani Teniwut 🕔Jumat 30 September 2022, 08:45 WIB
Resesi sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu yang stagnan dan lama, dimulai dari berbulan-bulan hingga...
Ist/Kementan

Jelang KTT G20, Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 08:16 WIB
Seiring dengan tema World Rabies Day yaitu: ”Rabies: One Health Zero Deaths”, vaksinasi sudah dilakukan kepada semua anjing...
Dok.IdScore

Pay Later Makin Diminati, Pengguna Fasilitas Ini Capai 9,4 Juta

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 07:30 WIB
Perempuan mendominasi pinjaman jenis ini sebesar 67,2% dan umumnya mengakses melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya