Rabu 17 Agustus 2022, 07:50 WIB

Harga Emas Turun 8,4 USD Tertekan Imbal Hasil obligasi AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Emas Turun 8,4 USD Tertekan Imbal Hasil obligasi AS

dok.ant
Ilustrasi

 

HARGA emas merosot pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut, dengan harga berada di bawah level psikologi 1.800 dolar AS tertekan oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, tergelincir 8,40 dolar AS atau 0,47 persen, menjadi ditutup pada 1.789,70 dolar AS per ounce, setelah mencapai level terendah sesi pada 1.786,05 dolar AS per ounce.

Harga emas berjangka jatuh 17,4 dolar AS atau 0,96 persen menjadi 1.798,10 dolar AS pada Senin (15/8/2022), setelah menguat 8,30 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.815,50 dolar AS pada Jumat (12/8/2022), dan jatuh 6,5 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 1.807,20 dolar AS pada Kamis
(11/8/2022).

"Kenaikan baru-baru ini yang membawa emas ke level 1.800 dolar AS tetap cukup utuh, kecuali penutupan terendah 1.780 dolar AS ditembus," kata Kepala Strategi Teknis di KCharting.com, Sunil Kumar Dixit.

Harga emas bisa tetap berada di bawah 1.800 dolar AS hingga risalah pertemuan Federal Reserve (Fed) Juli dirilis pada Rabu waktu setempat.

Risalah Fed semakin penting setelah lonjakan dalam laporan pekerjaan AS untuk Juli meredakan kekhawatiran atas prospek resesi. Data inflasi minggu lalu menunjukkan perlambatan bulanan terbesar dalam kenaikan harga konsumen sejak 1973.

Pedagang saat ini menilai Fed kurang hawkish, dengan dana fed berjangka menunjukkan peluang lebih besar bagi para pejabat menaikkan suku sebesar 50 basis poin ketika mereka bertemu pada September, daripada 75 basis poin seperti yang telah mereka lakukan pada dua pertemuan terakhir.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa (16/8/2022) tampak beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa konstruksi rumah baru AS turun 9,6 persen yang disesuaikan secara musiman pada Juli menjadi 1,45 juta unit, sementara izin bangunan untuk rumah baru turun 1,3 persen menjadi 1,67 juta pada Juli.

Federal Reserve melaporkan Selasa (16/8/2022) bahwa indeks produksi industri AS naik 0,6 persen pada Juli, lebih tinggi dari ekspektasi pasar untuk  kenaikan 0,3 persen.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 18,7 sen atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 20,085 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,3 dolar AS atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 931,30 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Rasio Utang Turun, Konsolidasi Fiskal Dinilai Berhasil

Baca Juga

DOK/TACO INDONESIA

Taco Hadirkan Produk Interior Bersertifikat

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 13:30 WIB
Taco mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI), International Organization for Standardization (ISO), Top Brand, Singapore Green...
Dok. Pribadi

Cegah Resesi, Pemerintah Diminta Bijak Kelola APBN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 12:00 WIB
Meski di bawah ancaman resesi, Maudy mengapresiasi pemerintah dapat menekan laju...
Antara

Transisi Energi Bersih Masih Sulit Lepas dari Minyak dan Gas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 11:20 WIB
Pengamat energi dari Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan, dalam era transisi, energi masih akan dipasok oleh energi yang berasal dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya