Senin 08 Agustus 2022, 17:15 WIB

Rektor IPB Apresiasi Upaya KBPII Gagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Rektor IPB Apresiasi Upaya KBPII Gagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan

dok.humas KBPII
Rektor IPB University Prof Arif Satria saat menjadi pembicara dalam Konferensi Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan Koperasi KBPII.

 

REKTOR IPB University Prof Arif Satria mengapresiasi inisiatif Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) yang telah menggagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan.

Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan merupakan gabungan Komunitas Koperasi, Komunitas UMKM, Asosiasi Bumdesa, Organisasi perempuan,  Organisasi Buruh, Asosaisi Pasar, Pedagang Kaki lima dan para aktivis Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang mendeklarasikan tekad membangun jejaring distribusi dan advokasi untuk kertersediaan pangan yang berkeadilan.

"Ini inisiatif masyarakat sipil yang bagus dan harus didukung, karena masalah pangan meski ditangani semua pihak bukan hanya pemerintah saja," ujar Arif Satria usai menjadi pembicara dalam Konferensi Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan Koperasi KBPII, kemarin.

Menurut Ketua Umum ICMI Pusat ini, Persoalan pangan itu pertama adalah persoalan food loss dan food waste, yaitu pangan yang tercecer dan pangan yang terbuang.

Sepertiga pangan global tergolong food loss atau food waste, artinya banyak pangan yang tercecer dan terbuang. "Indonesia merupakan kontributor terbesar kedua setelah Arab Saudi. Di dua negara Islam itu kontributor terbesar food loss dan food waste".

Makanan yang  tidak dihabiskan menjadi food waste, kontribusinya 9 persen. Kemudian saat panen, seperti panen padi, tercecer, kontribusinya 11 persen. Diangkut lagi tercecer lagi, di penggilingan padi tercecer lagi.

Oleh karena itu tekad kelompok sipil seperti Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) untuk membangun jejaring ketersediaan pangan menjadi sangat penting.

Konferensi Ketahanan Pangan digagas oleh KBPII dalam Rapat Kerja Nasional yang berlangsung 5-7 Agustus di Hotel Mercure Jakarta Pusat. Konferensi ini  dihadiri oleh para pakar, instansi terkait, kalangan perbankan dan jaringan BUMDES, dan koperasi buruh dan aktivis LSM.

Dalam akhir acara mereka mendeklarasikan gerakan ekonomi rakyat untuk ketahanan pangan dan prevelensi Stunting nasional menuju Indonesia emas.

Gerakan ini menurut pelaksana kegiatan Asep Effendy akan terus bergulir dengan membangun jejaring distribusi pangan dan dan advokasi kebijakan sehingga tercipta sistem yang berkeadilan dalam rantai distribusi pangan di Indonesia. (OL-13)

Baca Juga: BI: Konsumen Tetap Optimistis akan Kondisi Ekonomi Indonesia

Baca Juga

Antara

KKP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 28 September 2022, 23:27 WIB
Peresmian infrastruktur teknologi ini mendukung program Ekonomi Biru. Serta, menjaga kesehatan laut dan mendorong pertumbuhan ekonomi...
Antara

Pengamat: BLT BBM tidak Bisa Selamatkan Rakyat dari Jurang Kemiskinan

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 23:17 WIB
Pengamat dari Core menilai BLT BBM hanya bersifat sementara untuk bermasyarakat. Serta, tidak berdampak signifikan pada ekonomi...
MI/Andri Widiyanto

BSI: Pengembangan Sektor Syariah di Indonesia tidak Mudah

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 September 2022, 22:59 WIB
Meski penduduk Muslim di Indonesia lebih dari 220 juta orang, namun literasi atau pemahaman terkait perbankan syariah tergolong rendah,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya