Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR IPB University Prof Arif Satria mengapresiasi inisiatif Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) yang telah menggagas Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan.
Konsorsium Koperasi Ketahanan Pangan merupakan gabungan Komunitas Koperasi, Komunitas UMKM, Asosiasi Bumdesa, Organisasi perempuan, Organisasi Buruh, Asosaisi Pasar, Pedagang Kaki lima dan para aktivis Penggerak Pemberdayaan Ekonomi yang mendeklarasikan tekad membangun jejaring distribusi dan advokasi untuk kertersediaan pangan yang berkeadilan.
"Ini inisiatif masyarakat sipil yang bagus dan harus didukung, karena masalah pangan meski ditangani semua pihak bukan hanya pemerintah saja," ujar Arif Satria usai menjadi pembicara dalam Konferensi Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan Koperasi KBPII, kemarin.
Menurut Ketua Umum ICMI Pusat ini, Persoalan pangan itu pertama adalah persoalan food loss dan food waste, yaitu pangan yang tercecer dan pangan yang terbuang.
Sepertiga pangan global tergolong food loss atau food waste, artinya banyak pangan yang tercecer dan terbuang. "Indonesia merupakan kontributor terbesar kedua setelah Arab Saudi. Di dua negara Islam itu kontributor terbesar food loss dan food waste".
Makanan yang tidak dihabiskan menjadi food waste, kontribusinya 9 persen. Kemudian saat panen, seperti panen padi, tercecer, kontribusinya 11 persen. Diangkut lagi tercecer lagi, di penggilingan padi tercecer lagi.
Oleh karena itu tekad kelompok sipil seperti Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KBPII) untuk membangun jejaring ketersediaan pangan menjadi sangat penting.
Konferensi Ketahanan Pangan digagas oleh KBPII dalam Rapat Kerja Nasional yang berlangsung 5-7 Agustus di Hotel Mercure Jakarta Pusat. Konferensi ini dihadiri oleh para pakar, instansi terkait, kalangan perbankan dan jaringan BUMDES, dan koperasi buruh dan aktivis LSM.
Dalam akhir acara mereka mendeklarasikan gerakan ekonomi rakyat untuk ketahanan pangan dan prevelensi Stunting nasional menuju Indonesia emas.
Gerakan ini menurut pelaksana kegiatan Asep Effendy akan terus bergulir dengan membangun jejaring distribusi pangan dan dan advokasi kebijakan sehingga tercipta sistem yang berkeadilan dalam rantai distribusi pangan di Indonesia. (OL-13)
Baca Juga: BI: Konsumen Tetap Optimistis akan Kondisi Ekonomi Indonesia
Mens Rea adalah medium kritik sosial yang tajam dalam membedah ketimpangan struktural dan karut-marut sistem hukum di Indonesia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Musim kemarau basah pada 2025 menjadi penghambat serius bagi siklus hidup pohon rambutan yang membutuhkan perlakuan alam tertentu untuk berbunga.
Gejolak harga bahan baku pakan kerap menjadi tantangan utama bagi keberlangsungan usaha peternakan di Indonesia.
Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami.
Hilangnya jutaan hektare hutan akibat pembalakan liar telah merusak fungsi hidrologi daerah aliran sungai (DAS).
Pergantian kepemimpinan ini bukan sekadar rutinitas.
Cuaca ekstrem yang memicu banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat dipengaruhi anomali siklon tropis yang terbentuk sangat dekat dengan garis ekuator.
PT United Tractors Tbk (UT) peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia melalui EnviroFest 2025. Ajang edukasi, aksi lingkungan, dan kolaborasi untuk pelestarian bumi.
Fokus HaqFest tahun ini terkait halal dan keamanan pangan untuk mendorong percepatan program MBG dalam mencapai target.
SEKITAR 10 persen pohon yang berada di jalur hijau Kota Bogor berada dalam kondisi tak sehat serta menunjukkan potensi kerusakan berat.
Institut Pertanian Bogor (IPB) University mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) bertransformasi menjadi koperasi desa (kopdes).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved