Senin 08 Agustus 2022, 13:48 WIB

Kemenkeu: Belanja Negara Tumbuh 6% di Semester I 2022

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kemenkeu: Belanja Negara Tumbuh 6% di Semester I 2022

ANTARA
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang, Jakarta.

 

PEMERINTAH mengeklaim bahwa belanja negara mengalami pertumbuhan positif hingga 6,4% pada semester I 2022. Tercatat anggaran yang telah dibelanjakan mencapai Rp1.244,9 triliun. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, konsumsi pemerintah pada barang/jasa diakui menurun atau mengalami kontraksi. Namun secara keseluruhan belanja negara disebut mengalami pertumbuhan positif di semester I 2022. 

Baca juga: Melonjak, KAI Cetak Laba Bersih Rp740 Miliar di Semester I 2022

"Pertumbuhan belanja negara untuk 1 semester itu justru positif di atas 6%," ungkapnya dalam taklimat media secara daring, Senin (8/8). 

Febrio mengungkapkan, laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai konsumsi pemerintah yang terkontraksi tidak mencakup keseluruhan belanja, melainkan hanya pada barang/jasa. 

Belanja yang dikeluarkan pemerintah untuk dukungan bantuan sosial ke masyarakat tidak tertangkap dalam laporan badan statistik. "Belanja negara yang masuk ke kantong masyarakat, sepertti PKH, bansos, komoditas, itu banyak langusung ke kantong masyarakat dan tidak tercermin dalam belanja pemreintah yang diumumkan BPS, tapi tercermin di belanja total di APBN," jelas Febrio.

Alasan lain data BPS menunjukkan pertumbuhan belanja pemerintah terkontraksi ialah akibat hitungan perbandingan dasar. Di periode yang sama tahu lalu, kata Febrio, belanja pemerintah cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan penangangan pasien covid-19 dan pengadaan vaksin. 

Sedangkan pada semester pertama tahun ini, Indonesia diakui telah berhasil mengendalikan pandemi. Dengan kata lain, belanja untuk kebutuhan penanganan covid-19 mengalami penurunan secara drastis. 

"Penanganan pasien di triwulan I dan II 2021 itu berat sekali, apalagi ada varian Delta. Waktu itu bed occupancy ratio (BOR) baik di Wisma Atlet maupun rumah sakit lain mencapai 100%, sehingga belanja untuk pasien cukup tinggi," urai Febrio. 

"Itu menyebabkan belanja pemerintah di 2021 khususnya di triwulan I dan II tinggi sekali, sedangkan di 2022 belanja penanganan pasien itu kecil karena BOR rendah, kecil sekali dibandig 2021," tambahnya. 

Diketahui, dari data BPS konsumsi pemerintah mengalami kontraksi 5,24% (yoy) di semester I 2022. Sedangkan dari dokumen BKF, belanja negara hingga Juli 2022 tercatat sebesar atau tumbuh Rp1.444,8 triliun, atau tumbuh 13,7% (yoy). (OL-6)

Baca Juga

Antara/Yulius Satria Wijaya

Manfaatkan Tren,LPKR Garap Proyek Rumah Tapak, Township dan Logistik

👤Mediandonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 14:31 WIB
Permintaan lahan industri bertumbuh karena bisnis-bisnis yang telah berkembang melihat peluang melampaui pandemi...
Dok Setpres

Kebijakan Bantalan Sosial BBM Wujud Keberpihakan Pemerintah pada Rakyat

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 13:37 WIB
Menurutnya, kebijakan bantalan sosial Presiden Jokowi ini mampu mengontrol daya beli masyarakat terhadap kenaikan...
Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI.

PUPR Benahi Kawasan Kumuh di Kedaung Tangerang Dengan Dana Rp11 M

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 27 September 2022, 12:42 WIB
Penataan Kawasan Kedaung dilakukan sejak Juli 2022 dan ditargetkan selesai pada Desember 2022. Pekerjaan dilakukan oleh PT Andica...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya