Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI mencetak pengembang yang tangguh menghadapi tantangan dan kendala yang dihadapi pada masa sulit belakangan ini, Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPD REI) Jawa Timur menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) selama dua hari, Selasa (2/8) hingga Rabu (3/8).
"Hampir 100 peserta pengembang pemula mengikuti kegiatan ini. Kami berharap diklat ini dapat mengakomodasi dan menjawab keresahan pengembang terutama anggota REI Jawa Timur terkait sejumlah kendala yang kerap menghambat gerak mereka," kata Ketua DPD REI Jawa Timur Soesilo Efendy melalui keterangan pers, Selasa (2/8).
Kegiatan yang mengambil tema 'Membentuk Developer Tangguh di Era Pasca Undang-Undang Cipta Kerja' tersebut terselenggara atas dukungan Badan Diklat DPP REI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Soesilo menjelaskan pemilihan tema tersebut dipandang relevan mengingat selama ini ada banyak keluhan pengembang anggota REI Jawa Timur terkait kendala seiring terbitnya UU Cipta Kerja.
Selain itu, kata dia, isu dan permasalahan yang akan dibahas dalam diklat tersebut ialah mengenai aturan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) karena masih banyak pemerintah daerah belum menerbitkan payung hukum.
"Peserta yang mayoritas owner developer dapat lebih memahami materi-materi yang disampaikan. Selain terkait permasalahan regulasi, juga mengenai persiapan dan perencanaan proyek, strategi marketing properti, manajemen properti serta perpajakan," ungkap Soesilo.
Pada kesempatan sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) Paulus Totok Lusida menyebut bahwa kondisi makro global yang sedang tidak baik-baik saja membutuhkan perhatian dari para pelaku bisnis, tidak terkecuali pelaku bisnis properti.
"Situasi ekonomi makro global secara tidak langsung berpotensi memicu kenaikan tingkat suku bunga di dalam negeri. Kita perlu memikirkan terobosan apa yang dapat dilakukan guna mengantisipasi hal itu," jelas Totok saat hadir secara daring dalam pembukaan Diklat REI Jawa Timur tersebut.
Secara khusus ia berharap diklat tersebut dapat mengantarkan para pengembang bekerja lebih benar, lebih baik dan lebih tangguh
Ekosistem perumahan
Adapun Kepala Kantor Wilayah 3 Bank BTN Teguh Wahyudi optimistis ilmu yang didapat dari pelatihan ini akan sangat bermanfaat bagi para peserta sehingga pada akhirnya mereka dapat lebih fokus membangun bisnis properti.
"Saya yakin banyak pengembang pemula di daerah yang butuh pelatihan. Semoga REI bisa mengadakan lebih banyak lagi diklat seperti ini di masa-masa mendatang," tukasnya.
Lebih jauh Teguh menjelaskan, Bank BTN akan turut ambil bagian dalam mendukung pertumbuhan sektor properti baik dari sisi suplai maupun permintaan melalui produk dan jasa layanan perbankan.
"Sebagai integrator Program Sejuta Rumah, Bank BTN turut mendukung dari sisi suplai dengan membuka Housing Finance Center (HFC). Entitas ini untuk merintis para kontraktor yang siap terjun di dunia properti serta membantu ekspansi bisnis pengembang melalui penyaluran kredit konstruksi properti," tutur Teguh.
REI merupakan pemain penting dalam ekosistem perumahan. Untuk itu, Bank BTN mengharapkan dukungan REI untuk saling melengkapi dan sinergi. "Kami akan terus mendukung pembiayaan KPR subsidi maupun non-subsidi untuk anggota REI di seluruh Indonesia," ujarnya. (RO/X-12)
Banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat sejak akhir November 2025 telah menewaskan lebih dari 1.140 orang
REI memanfaatkan momentum kebijakan pemerintah dan geliat pasar yang menguat sebagai titik konsolidasi untuk merapatkan barisan menuju kebangkitan kembali sektor properti.
REI mengungkapkan bahwa 306 proyek properti yang memiliki total nilai investasi mencapai Rp34,5 triliun kini terhenti akibat persoalan perizinan lintas kementerian.
Para tokoh senior Realestat Indonesia (REI) yang tergabung dalam Badan Pertimbangan Organisasi (BPO-REI) menggelar pertemuan untuk membahas berbagai persoalan sektor properti
Upaya mempercepat pelaksanaan program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto mulai bergerak ke arah digital.
Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) menilai tepat langkah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
KPK juga terus meminta media untuk memberitakan kasus korupsi, agar pejabat takut apabila ingin memakan uang rakyat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa angka ini merupakan hasil kesepakatan bersama yang mempertimbangkan berbagai indikator ekonomi makro.
Keberkahan Jawa Timur akan terwujud apabila seluruh masyarakat dapat menjalankan ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.
Selain fokus pada kemacetan, faktor keselamatan pengemudi juga menjadi prioritas.
Pemasangan EWS yang berlangsung selama sepekan terakhir ini dilakukan berkolaborasi dengan tim BPBD setempat.
Gubernur Khofifah menyatakan MoU ini menjadi fondasi penting dalam penerapan pidana kerja sosial yang manusiawi, produktif, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved