Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Satria Mega Kencana Tbk ( SOTS), masih berusaha memulihkan kondisi perusahaan pasca pandemi covid-19.
Perusahaan belum akan melakukan ekspansi usaha yang membutuhkan belanja modal tahun ini dan berfokus pada peningkatan kembali pendapatan perusahaan dari aset hotel yang dimilikinya.
Sebagai informasi, perseroan adalah perusahaan induk (holding company) yang melakukan kegiatan usahanya di bidang properti/real estate dan kawasan pariwisata baik yang dilakukan sendiri maupun melalui 2 (dua) entitas anak yaitu PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW) dan PT Tanjung Karoso Permai (TKP).
DMW bekerja sama dengan pemilik merk Sotis Hotel, merupakan operator dari 3 hotel yang dimiliki oleh Perseroan yaitu Sotis Hotel Falatehan Jakarta, Sotis Hotel Penjernihan Jakarta dan Sotis Villa Canggu Bali Sementara itu TKP memiliki aset tanah dan akan mengoperasikan kawasan di Tanjung Karoso, Sumba Barat Daya.
"Kami masih fokus pada pemulihan sehingga belum ada rencana pembangunan baru. Tiga hotel kami yakni Sotis Falatehan, Penjernihan dan Villa Canggu terus meningkat okupansinya dan memberikan kontribusi yang sama," jelas Direktur Keuangan Satria Mega Kencana Floreta Tane dalam paparan publik di secara daring di Jakarta, Rabu (27/7).
Pada semester I 2022, perseroan berhasil meraih pendapatan Rp7,8 miliar dengan laba kotor Rp4,8 miliar. Tahun ini SOTS menargetkan dapat meraih pendapatan hingga Rp20 miliar.
Komisaris Independen, Husni Heron mewakili Dewan Komisaris, selanjutnya memberikan apresiasi kepada Direksi . “Kami berharap Perseroan tidak hanya mampu mempertahankan posisi saat ini namun mampu melangkah lebih kuat dan maju dalam menjalankan visi dan misinya di tahun mendatang, ”tandasnya.
Sebenarnya perseroan berencana untuk melakukan ekspansi ke kawasan Labuan Bajo. Sampai akhir 2021, perseroan masih dalam tahapan identifikasi target lahan yang akan diakusisi. Terjadinya pandemi membuat rencana itu belum terealisasi hingga saat ini.
Perseroan masih percaya bahwa setelah masa pemulihan, prospek industri real estate secara keseluruhan di Indonesia di masa mendatang akan menjadi stabil kembali, di dukung dengan sektor akomodasi/perhotelan yang menjadi pendorong utama industri ini.
Hal ini sejalan dengan beberapa kebijakan yang telah diupayakan oleh pemerintah untuk memulihkan sektor qpariwisata dengan tetap berfokus pada pemulihan kesehatan. Sehingga sektor pariwisata tetap dapat berjalan dengan syarat memastikan penerapan protokol kesehatan. Setelah fase pemulihan kondisi ekonomi, perseroan berharap pemerintah tetap mencanangkan kebijakan yang mendukung industri pariwisata, yang dampak akhirnya akan menambah pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Industri pariwisata berpengaruh pada kondisi perekonomian negara, karena pariwisata berperan penting dalam meningkatkan pendapatan negara, devisa, dan lapangan pekerjaan. (RO/E-1)
Perkokoh Peran sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pada tahun ini, Watsons Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan, didorong oleh komitmen yang kuat terhadap kepuasan pelanggan dan inovasi.
Bauran produk dan distribusi semakin seimbang, premi renewal tumbuh 17,6% YoY dan premi reguler tumbuh lebih dari 50% YoY.
Perseroan berencana untuk memperluas layanan dengan layanan perlindungan data menyeluruh, mulai dari klasifikasi data hingga pemusnahan data.
Kejadian Unusual Market Activity (UMA) dengan kenaikan harga saham SHID secara signifikan pada perdagangan sejak tanggal 3-11 Januari 2024 secara berturut-turut.
“Peningkatan signifikan adalah perhotelan yang menyumbangkan 22% dari sebelumnya 15%,” kata Erlin
Mengapa KSEI buka data pemilik saham 1%? Simak hubungan kebijakan ini dengan ancaman penurunan status Indonesia oleh MSCI ke Frontier Market.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru free float 15% di sini.
KSEI dan BEI resmi buka data pemilik saham di atas 1% mulai 3 Maret 2026. Cek jadwal, cara akses, dan aturan baru OJK di sini.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved