Kamis 21 Juli 2022, 20:15 WIB

Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Selaraskan dengan Gaya Arsitektur Kearifan Lokal Setempat

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pembangunan Ibu Kota Baru Perlu Selaraskan dengan Gaya Arsitektur Kearifan Lokal Setempat

Dok. Pribadi
Webinar Arsitektur Sekitar Ibukota Baru yang digelar Majalah Asrinesia, Kenari Djaja dan IAI Kaltim

 

EKSISTENSI bangunan tradisional di Kalimantan pasti terimbas oleh kehadiran pembangunan infrastrukstur Ibu Kota baru yang diprediksi akan menyedot banyak fungsi baru dan tuntutan desain arsitekturnya. 

Harapan agar arsitektur daerah yang memiliki keunikan seni budaya itu, tetap hadir sebagai representasi etnik masyarakat Kalimantan yang terdiri dari banyak suku diantaranya Kutai, Paser, Dayak, Berau, Banjar, Jawa, Bugis, Makasar dan Madura, ditampilkan dalam keragaman gaya yang memperkaya arsitektur di Ibu Kota Baru Nusantara.

Melihat fenomena perkembangan arsitektur lokal di sekitar Ibu Kota baru yang akan menjadi bagian dari destinasi wisata, Majalah Asrinesia dan Kenari Djaja bekerja sama dengan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Kalimantan Timur berinisiatif membuat Seminar virtual berjudul Arsitektur Sekitar Ibukota Baru pada Kamis (21/7).  

Ketua IAI Kaltim Wahyullah B. Ombang mengatakan, pembahasan arsitektur sekitar kawasan Ibukota baru ini disambut baik oleh masyarakat luas terutama para Arsitek. 

"Karena hal ini membuka kesempatan bagi Arsitek di Kaltim dan sekitarnya untuk memajukan arsitektur lokal dalam memenuhi kebutuhan baru dan modernisasi," ujarnya.

Hal senada dikatakanoleh Koordinator Tim Ahli-Tim Transisi Ibu Kota Nusantara Wicaksono Sarosa, MCP yang mewakili Otorita Ibukota Baru. 

Baca juga : BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Mencapai 2,9% Tahun Ini

"Pembangunan arsitektur di sekitar Ibu Kota baru akan memperkaya fasilitas penunjang lingkungannya," ujarnya. 

Arsitek Faizal Baharuddin mengatakan, dalam kajian tentang rumah tradisional dan lingkungan pemukiman di Kalimantan Timur, karakter arsitekturnya memperlihatkan struktur kehidupan masyarakat Kalimantan, berupa karya adiluhung yang memukau wisatawan yang berkunjung.

Keindahan bangunan khas Kalimantan, ternyata memacu kalangan arsitek muda untuk mengembangkan karya arsitektur baru mereka yang desainnya tetap berakar pada budaya dan karakter etnik lokal. Transfer desain berbasis budaya ini dilakukan Arsitek Vergian Septiandy, praktisi yang karyanya banyak mengisi wajah bangunan di Kalimantan.

Keresahan pada budaya lokal yang akan tergerus oleh modernisasi infrastruktur di sekitar ibukota baru telah menggugah rasa kritis Arsitek senior Prof. Josef Prijotomo dari Unika Parahyangan, untuk memantapkan pemikiran para Arsitek Muda dan pelaku pembangunan dalam menjalankan profesinya.

"Pembangunan di Kalimantan Timur dan sekitarnya harus tetap memperhatikan kearifan lokal, sehingga citra Arsitektur Nusantara di Kalimantan hidup dan menjadi destinasi wisata serta inspirasi perkembangan arsitektur baru," katanya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok.super indo

Dukung Digitalisasi, Super Indo Hadirkan Aplikasi Belanja Online

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:20 WIB
Aplikasi itu diharap bisa membantu pelanggan untuk mendapatkan produk segar berkualitas dengan lebih mudah dan...
Antara

Stok Beras dan Jagung Melimpah, Bulog: Ketahanan Pangan Aman

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:00 WIB
Saat ini, stok beras di sejumlah gudang Perum Bulog mencapai 1,1 juta ton. Sementara untuk jagung, meski belum jadi sumber pangan utama,...
Antara/Reno Esnir.

Pengertian Reklame, Ciri-Ciri, Tujuan, dan Contoh

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:24 WIB
Secara umum, reklame adalah suatu media yang digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat kepada banyak orang secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya