Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Langkah Bank Indonesia yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan di level 3,5% diapresiasi. Sebab, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tergolong cukup baik dan kuat.
Demikian dikatakan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi kepada wartawan, Kamis (21/7). "Ini sesuai prediksi. BI tetap mempertahankan suku bunga di 3,5% itu adalah hal yang mutlak harus dilakukan," ujarnya.
Dia menyampaikan, saat ini pertumbuhan ekonomi nasional dalam posisi yang cukup baik. Neraca dagang dan cadangan devisa juga berada di kondisi yang cukup kuat.
Bahkan level Purchasing Manager Index (PMI) manufaktur Indonesia masih berada di atas 50, alias tetap di zona ekspansi. Hal ini, kata Ibrahim, merupakan indikasi dan sinyal positif bagi perekonomian Tanah Air.
"Ini mengindikasikan bahwa apa yang terjadi secara global, terjadi inflasi yang cukup tinggi, kemudian bank sentral global menaikan suku bunga, itu berbeda jauh dengan Asia, terutama Indonesia," tuturnya.
Indonesia, lanjut Ibrahim, saat ini menjadi salah satu negara yang kondisi fundamen perekonomiannya cukup baik dibanding negara lain. Hal tersebut karena berbagai komoditas unggulan nasional seperti batu bara, nikel, timah, dan kelapa sawit tengah mengalami peningkatan harga di level global.
"Sehingga dengan demikian BI tidak harus menaikan suku bunga di bulan ini. Kemungkinan itu di bulan September baru akan menaikan suku bunga, itu pun juga setelah melihat inflasi di triwulan III kalau seandainya mengalami kenaikan yang signifikan, itu baru akan menaikan suku bunga," pungkas Ibrahim. (OL-12)
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved