Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT kemiskinan di Indonesia mengalami penurunan dari 9,71% di September 2021 menjadi 9,54% di Maret 2022. Penurunan ini disebut mencerminkan pemulihan ekonomi nasional yang berjalan dengan baik.
Penurunan tingkat kemiskinan itu ditangkap melalui survei sosial ekonomi nasional (Susenas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) ada Maret 2022. Dari survei itu diketahui jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,16 juta orang, turun 0,34 juta orang dari September 2021 yang sebanyak 26,50 juta orang.
"Ini sejalan, ekonomi membaik, kemiskinan berkurang. Pemulihan yang terjadi di triwulan I 2022 itu berpengaruh pada tingkat kemiskinan," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers, Jumat (15/7).
Kendati menurun, tingkat kemiskinan di Indonesia belum kembali ke level prapandemi. Pada September 2019, tingkat kemiskinan di Tanah Air tercatat 9,22%, atau sebanyak 24,78 juta orang.
Peningkatan jumlah penduduk miskin melonjak setelah pandemi merebak. Pada Maret 2020, tingkat kemiskinan mencapai 9,78% dan naik menjadi 10,19% di September. Lalu pada Maret 2021 tingkat kemiskinan mengalami penurunan ke level 10,14% dan 9,71% di September 2021.
Margo menyampaikan, membaiknya profil kemiskinan Indonesia pada Maret 2022 tak luput dari kondisi perekonomian nasional dan dukungan pemerintah. Dari sisi perekonomian, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan 5,01% di triwulan I 2022, lebih baik dari triwulan sebelumnya.
Lalu tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Maret 2022 ada di level 5,83%, lebih rendah dibanding posisi Agustus 2021 yang tercatat 6,49%. Itu didorong oleh penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian pada Februari yang mencapai 3,51 juta orang.
Sejalan dengan kondisi itu, tingkat inflasi inti pada triwulan I 2022 juga menunjukkan peningkatan ke level 1,03%. "Inflasi inti pergerakannya pada Januari-Maret menunjukkan kenaikan dan mengindikasikan daya beli masyarakat membaik," kata Margo.
"Jadi secara ekonomi, beberapa indikator menunjukkan perbaikan, menunjukkan pemulihan ekonomi terus meningkat dan berlanjut di triwulan I 2022," tambahnya.
Sedangkan dari sisi dukungan pemerintah, ragam bantuan sosial yang digulirkan menunjukkan perbaikan. Dus, daya beli masyarakat dapat terjaga dan secara tidak langsung menekan tingkat kemiskinan di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, hingga akhir Maret 2022 penyerapan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) telah mencapai 97,2%. Itu lebih baik dari realisasi triwulan sebelumnya yang tercatat 96,8%.
Lalu realisasi bantuan sosial sembako pada periode Januari-Maret tercatat 98%, lebih baik dari Juli-September 2021 yang hanya 89%. Demikian halnya realisasi perlindungan sosial yang mengalami peningkatan.
Pada Maret 2022 tercatat serapan perlindungan sosial mencapai Rp81 triliun, Rp77,9 triliun diantaranya berasal dari belanja pemerintah pusat. Sedangkan Rp3,1 triliun lainnya berasal dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.
"Jadi, pemulihan ekonomi terus berlanjut sementara komitmen pemerintah memberikan bansos distribusinya makin baik," pungkas Margo. (OL-13)
Baca Juga: Inflasi Tahunan Juni Lampaui Target 4%, BPS: Perlu Waspada
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BPS mencatatkan bahwa tingkat kemiskinan pada September 2025 pada angka sebesar 8,25% atau mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi Maret 2025 yang tercatat 8,47%.
Kasus bunuh diri anak SD di NTT diduga dipicu kondisi learned helplessness. Psikolog menyoroti faktor kemiskinan, kekecewaan berulang, hingga tekanan sosial yang dialami korban.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Selama kemiskinan terus diperlakukan sebagai objek visual dan emosional, upaya untuk memahaminya secara utuh akan selalu terhambat.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta mencatatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved