Kamis 07 Juli 2022, 14:49 WIB

Investasi Kripto Harus Diimbangi dengan Edukasi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Investasi Kripto Harus Diimbangi dengan Edukasi

ANTARA/Ilustrasi
Sebuah susunan cryptocurrency Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC.

 

PENGUATAN regulasi dan edukasi dirasa penting seiring dengan pertumbuhan minat masyarakat terkait aset kripto, demikian Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan RI Sihard Pohan.

"Orang-orang harus aware bahwa ini adalah bisnis dengan risiko tinggi. Jangan sampai orang tidak tahu lalu bermain, dan malah membuat bisnisnya rusak. Sehingga diperlukan aturan mana yang benar dari sisi bisnis, perlindungan konsumen, hingga perizinan. Jangan sampai bisnisnya lagi booming, malah terhambat," kata Sihard dalam sebuah forum diskusi di Jakarta, Kamis (7/7).

Baca juga: Banyak Perusahaan Besar Kemplang Pajak, Tax Ratio Indonesia Terendah di ASEAN

Lebih lanjut, Sihard berharap para pelaku investasi kripto dan sejenisnya mampu ambil bagian dalam memberikan wawasan dan masukan bagi pemerintah demi menciptakan regulasi yang sesuai.

"Aturan harus dibuat untuk para pemain dan bisa dipatuhi. Masukan dan informasi buat kami penting dalam nantinya membuat regulasi guna membimbing pelaku usaha agar patuh dalam perniagaan, dan tentu saja melindungi konsumen," ujar dia.

Sihard menambahkan, pemerintah tentu menginginkan tren investasi aset kripto ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.

"Kita ingin bisnis ini memberikan manfaat buat konsumen, dan dengan aturan yang benar dan sesuai ketentuan, konsumen tidak ada yang merasa dirugikan," kata Sihard.

"Bisnis dengan risiko tinggi tentu harus diimbangi dengan lebih banyak informasi dan bimbingan kepada konsumen. Sehingga, ada tanggung jawab yang tinggi untuk menyertainya," ujarnya menambahkan.

Sependapat, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno berpendapat regulasi perlu diatur dalam aspek izin perdagangan berjangka.

"Penguatan regulasi ini diharapkan mampu mencegah birokrasi yang rumit. Teknologi yang advanced jangan sampai terhambat," kata Eddy.

"Selanjutnya, penguatan edukasi dan literasi. Untuk teman-teman yang punya rencana besar masuk ke sektor ini, harus memperkaya informasi terlebih dahulu. Ingat, approach-nya adalah investasi, bukan 'menjadi cepat kaya'," imbuhnya. (Ant/OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Ponorogo Ekspor 300 Ton Rempah ke India

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:42 WIB
Sejumlah petani di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur kembali mengekspor rempah-rempah dalam volume besar ke India, yang dikirim secara...
Ist/BPJS Ketenagakerjaan

Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan APHTN-HAN

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:31 WIB
BPJAMSOSTEK menggandeng Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) untuk mempercepat perlindungan...
Antara

Validasi Jumlah Pangan Pokok Penting Dibutuhkan di Tengah Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:29 WIB
Perhitungan ini sangat penting dilakukan mengingat semua negara di dunia tengah menghadapi ancaman yang sama, yaitu krisis pangan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya