Jumat 01 Juli 2022, 20:41 WIB

Inflasi Sri Lanka yang Bangkrut Lampaui 50%

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Inflasi Sri Lanka yang Bangkrut Lampaui 50%

AFP.
Seorang aktivis oposisi utama Sri Lanka menuntut pengunduran diri Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa.

 

INFLASI Sri Lanka mencapai rekor kesembilan berturut-turut pada Juni. Inflasi negara itu naik menjadi 54,6% sehari setelah IMF meminta negara bangkrut itu untuk mengendalikan harga yang melonjak dan korupsi.

Ini pertama kali kenaikan Indeks Harga Konsumen Kolombo (CCPI) melewati batas 50% yang penting secara psikologis, menurut departemen sensus dan statistik. Angka-angka itu muncul beberapa jam setelah Dana Moneter Internasional mendesak Sri Lanka untuk menahan inflasi yang meningkat dan mengatasi korupsi sebagai bagian dari upaya untuk menyelamatkan ekonomi yang bermasalah akibat krisis valuta asing.

IMF mengakhiri 10 hari diskusi langsung dengan pihak berwenang Sri Lanka di Kolombo pada Kamis. Ini menyusul permintaan negara itu untuk kemungkinan bailout.

CCPI telah menetapkan inflasi tertinggi bulanan sejak Oktober ketika inflasi tahun ke tahun mencapai 7,6%. Pada Mei mencapai 39,1%. Rupee telah kehilangan lebih dari setengah nilainya terhadap dolar AS tahun ini. 

Ekonom swasta mengatakan harga konsumen naik lebih cepat daripada yang ditunjukkan dalam statistik resmi. Menurut seorang ekonom di universitas Johns Hopkins, Steve Hanke, yang melacak kenaikan harga di titik-titik masalah dunia, inflasi Sri Lanka saat ini mencapai 128%, kedua tertinggi setelah Zimbabwe 365%.

Baca juga: Inflasi Prancis Melonjak ke Tingkat Tertinggi sejak 1991

Dihadapkan dengan kekurangan energi yang akut, Sri Lanka melakukan penutupan lembaga-lembaga negara yang tidak penting selama dua minggu bersama dengan penutupan sekolah untuk mengurangi perjalanan. Sekitar 22 juta orang di negara itu telah mengalami kekurangan kebutuhan pokok yang akut, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan selama berbulan-bulan.

Protes terus berlanjut di luar kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa menuntut pengunduran dirinya karena gejolak ekonomi yang belum pernah terjadi dan salah urus. Sri Lanka pergi ke IMF pada April setelah negara itu gagal membayar utang luar negerinya sebesar US$51 miliar. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Ist

5.000 Pelari Siap Semarakkan BRImo Colourful Run 2022

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:45 WIB
Mengusung “Bring More Colour To Your Life”, BRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan semangat hidup...
Dok. Anugerah Pangan Lestari

Perluas Pangsa Pasar, Anugerah Pangan Lestari Buka Gerai Orbeez di SCBD

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:41 WIB
Gerai makanan/minuman yang baru dibuka itu merupakan showcase atau display produk-produk lokal maupun impor dari PT Anugerah Pangan...
Dok Link Net

Berhasil Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Link Net Sabet Penghargaan ICXC dan ISTC 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:33 WIB
Fenomena peningkatan akses masyarakat ke konten serta platform atau aplikasi digital, telah mendorong semakin tingginya tuntutan konsumen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya