Kamis 16 Juni 2022, 02:13 WIB

Inkoppas Apresiasi Kunjungan Kasad ke Pasar Kramat Jati

Abdillah M Marzuqi | Ekonomi
Inkoppas Apresiasi Kunjungan Kasad ke Pasar Kramat Jati

Dok TNI AD
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Dudung Abdurachman di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.

 

KETUA Bidang Hubungan Antar Lembaga Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkoppas) Andrian Lame Muhar mengapresiasi inspeksi mendadak (sidak) Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Dudung Abdurachman ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta.

Andrian menegaskan pihaknya tidak hendak menilai ketepatan posisi jabatan dalam persoalan minyak goreng. Justru menurutnya, keikutsertaan berbagai pihak dalam merespons masalah minyak goreng patut dihargai. Kehadiran Dudung bisa memunculkan rasa aman dan tenang di kalangan pedagang dan konsumen.

"Kehadiran Kasad dapat menimbulkan rasa aman bagi pedagang, TNI turut andil dalam mendukung program pemerintah menangani masalah minyak goreng ini, seperti jaman dahulu pernah ada ABRI masuk desa dan sekarang TNI masuk pasar, ini kita apresiasi sekali," ungkapnya.

Andrian juga menegaskan tidak hanya TNI AD yang turut andil, tetapi juga Polri. Ia juga berharap unsur lain juga turut andil dalam soal minyak goreng. Menurutnya, semua pihak juga diharapkan bisa membantu dengan kelebihan masing-masing. Andrian juga tidak melihat hal itu sebagai tumpang tindih. Karena minyak goreng sudah bukan lagi persoalan sektoral, melainkan masalah publik. Menurutnya, yang paling penting adalah saling koordinasi.

"Saya rasa bukan hanya dari TNI saja yang turun, dari Polri juga turun tangan, mungkin ke depan juga dari angkatan yang lain turut andil misal dari TNI AU, TNI AL untuk membantu masalah ini ya silahkan saja, karena pasti mereka mempunyai kekuatan-kekuatan masing-masing untuk membantu," tegasnya.

Terkait tingginya harga minyak goreng, Andrian mengaku mengikuti harga pasaran yang didapat dari distributor.

"Kami para pedagang linier saja, kalau kami dapat dari D1 atau D2 sudah cukup tinggi, otomatis di pengecer juga tinggi. Kalau harga terlalu tinggi dan konsumen susah membelinya maka pendapatan pedagang kami juga turun," tandasnya.

Andrian juga mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mengganti minyak goreng curah dengan minyak kemasan. Menurutnya, minyak goreng curah punya potensi penguapan yang cukup besar dalam proses pendistribusian. Ia mencontohkan proses pemindahan dari tangki ke jeriken, dan dari jeriken ke plastik. Meski dalam hitungan tetes, namun kebocoran itu akan bertambah seiring banyaknya minyak goreng yang didistribusikan.

"Sebenarnya para pedagang pasar untuk minyak goreng curah berpikir banyak menguapnya. Jadi gayung bersambutlah Pak Menteri bilang minyak goreng curah akan diganti dengan minyak kemasan, karena isinya sudah tertakar dari pabrik," pungkasnya. (OL-8)

Baca Juga

Ist/Bea Cukai

Bea Cukai Bawa UMKM Naik Kelas, Ekonomi Tancap Gas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 18:50 WIB
Sebagai perwujudan dukungan kepada UMKM, Bea Cukai menginisiasi kegiatan bertajuk UMKM Week 2022, dengan tema "UMKM Naik Kelas,...
Ist/Kementan

Komisi IV DPR Dukung Kementan Perluas Subtitusi Pangan Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 17:48 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Syafrudin merespoms positif upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam meningkatkan perluasan...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Pertamina Pastikan Stok BBM Subsidi Masih Dalam Posisi Aman

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 13 Agustus 2022, 17:04 WIB
Stok BBM subsidi per 13 Agustus 2022 untuk Pertalite berada di level 17 hari dan Solar di level 19...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya