Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) perkirakan inflasi Indonesia di tahun 2022 akan sedikit di atas atas 4%, namun tidak terlalu jauh dari target inflasi 3% plus minus 1%, dengan kebijakan fiskal yang sudah ditempuh oleh pemerintah, dengan penguatan koordinasi tim pengendali inflasi pusat dan daerah.
"Inflasi tahun ini masih terkendali, hanya sedikit di atas 4%. Tahun 2023 inflasi kami meyakini akan kembali ke dalam sasaran 3% plus minus 1%, atau tidak lebih dari 4%, dan akan kembali di bawah 4%," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Selasa (24/5).
Pengaruh dari harga komoditas global terhadap perkembangan inflasi dalam negeri, akan ditentukan oleh respon dari kebijakan pemerintah. BI berkoordinasi dengan pemerintah, dan mengapresiasi kebijakan dari Presiden Jokowi dan pemerintah, serta dengan bertujuan badan anggaran DPR RI yang menambah subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) premium, diesel, listrik dan juga menambah dana untuk perlindungan sosial, pendidikan, serta beberapa pos lain.
"Langkah ini membuat dampak dari kenaikan harga komoditas global, seperti minyak, gas dan lainnya terhadap harga-harga di dalam negeri menjadi lebih terkendali," kata Perry.
Baca juga: Target Pertumbuhan 2023 Dinilai Terlalu Optimistis
Komitmen Bank Indonesia untuk keputusan bersama yang ketiga (SKB III) sebesar Rp 224 triliun bisa digunakan oleh pemerintah dalam pendanaan pos-pos kesehatan dan kemanusiaan.
Kedua, BI dan Pemerintah berkoordinasi dalam memastikan pasokan dan distribusi dari barang-barang komoditas, dengan meningkatkan penguatan koordinasi tim pengendali inflasi baik pusat maupun daerah.
BI juga mengerahkan seluruh 46 kantor BI untuk berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan pasokan dan distribusi barang, termasuk barang-barang pokok untuk kebutuhan masyarakat terjaga.
"Ini bisa mengendalikan inflasi khususnya dari kelompok bahan makanan," kata Perry. (OL-4)
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.
LEMBAGA pemeringkat Moody's mempertahankan sovereign credit rating Republik Indonesia pada Baa2 dan melakukan penyesuaian outlook menjadi negatif pada 5 Februari 2026.
BI ingin menjamin masyarakat agar saat menjalani ibadah keagamaan tersebut harga-harga pangan terjangkau dan tersedia.
Kasus tersebut telah dimonitor oleh Polsek Setu bersama Polres Metro Bekasi untuk menindaklanjuti informasi temuan potongan kertas.
Karier Juda di BI dimulai sebagai Staf Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter, termasuk penugasan di Kantor Perwakilan BI London (1992–1999).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved