Selasa 10 Mei 2022, 14:05 WIB

Laba Bersih Produsen Alat Kebersihan Klinko Naik 46%

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Laba Bersih Produsen Alat Kebersihan Klinko Naik 46%

DOK Pribadi.
Proses produksi yang menerapkan prinsip sirkular ekonomi terbukti mampu menyerap limbah tekstil sebanyak 60.000 kg-120.000 kg per tahun.

 

INDUSTRI alat kebersihan (cleaning equipment) menunjukkan pertumbuhan positif di tengah pandemi covid-19. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan sebagai upaya preventif dari penyebaran virus. Tak hanya kebutuhan domestik, produk manufaktur ini juga mengalami banjir permintaan untuk kebutuhan area komersial seperti operasional perkantoran dan industri.

PT Klinko Karya Imaji (Klinko), produsen alat kebersihan asal Gresik, turut mengalami pertumbuhan positif di 2021. Tercatat dalam laporan keuangan perusahaan pada tahun lalu, Klinko memperoleh peningkatan laba bersih sebesar 46% dibanding 2020. Perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 300% pada 2022 dan meningkat lagi hingga 200% pada 2023 atau senilai Rp2,8 miliar dan Rp4,3 miliar pada 2024. 

Direktur Utama Klinko, Anggun Supanji, menilai alat kebersihan merupakan komoditas peralatan rumah tangga yang punya serapan tinggi di pasar dan cenderung stabil karena mendukung higienitas dan kualitas hidup manusia. "Sebagai salah satu promising player di industri kebersihan, Klinko memiliki visi menjadi produsen alat kebersihan yang berkualitas dan ramah lingkungan bertaraf internasional. Kami punya filosofi sekaligus tagline Cleaning with Colors, terwujud lewat varian produk yang beraneka warna dan dinamis. Artinya, kami ingin aktivitas membersihkan terkesan menyenangkan, tidak lagi dianggap hal yang membosankan," ungkap Anggun dalam keterangan resmi, Selasa (10/5).

Didirikan pada 2016, Klinko semula memproduksi 5.000 kain pel per bulan dengan fokus market komersial dan retail domestik. Tak butuh waktu lama, perseroan ini kian melesat dalam memasarkan berbagai produk kebersihan rumah tangga unggulannya meliputi lobby duster, keset lantai, kain pel, serta 16 produk turunan lain. Setahun kemudian, perusahaan berhasil menembus pasar ekspor pertamanya ke Singapura dan Italia hingga kini meluas ke empat benua yakni Asia, Afrika, Amerika, dan Eropa. 

Keberhasilan itu juga ditunjang model kerja sama private labels, yaitu Klinko selaku produsen menyuplai produknya kepada klien komersial untuk dipasarkan sebagai brand lain. Model kerja sama ini sukses menjangkau pasar domestik maupun global, karena sejumlah keunggulan Klinko seperti kapasitas produksi yang besar, material ramah lingkungan, harga kompetitif, dan memungkinkan klien melakukan kustomisasi produk sesuai kebutuhan dengan warna yang menarik. Selain itu, lokasi operasional Klinko dalam kawasan industri utama di Jawa Timur juga memudahkan distribusi lintas pulau.

Meskipun baru menginjak usia ke-6, Klinko terus berupaya melakukan sejumlah inovasi produk alat kebersihan yang memiliki kualitas, karakteristik, dan unique selling point yang kompetitif. Produk memiliki karakteristik utama ramah lingkungan yang tercermin melalui penerapan konsep 3R (reuse, reduce, recycle) dalam proses pemilihan material benang daur ulang. Dalam menciptakan produk aneka warna, Klinko tidak menggunakan pewarna kimia karena warna sudah berasal dari material limbah tekstil yang didaur ulang, sehingga ramah lingkungan. 

Baca juga: Inflasi Jerman Cetak Rekor Tertinggi dalam 40 Tahun

Proses produksi yang menerapkan prinsip sirkular ekonomi terbukti mampu menyerap limbah tekstil sebanyak 60.000 kg-120.000 kg per tahun hingga saat ini dan akan terus bertambah seiring dengan proyeksi peningkatan produksi di tahun berikutnya. Klinko mengimplementasikan material daur ulang limbah tekstil yang ramah lingkungan pada 90% kategori produknya dan ke depan terus bertambah. Hal ini sekaligus dukungan terhadap agenda Presidensi G20 2022 melalui kontribusi nyata dalam menangani perubahan iklim akibat dampak aktivitas industri serta sejalan dengan Program Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang Responsible Consumption and Production atau konsumsi dan produksi berkelanjutan yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). 

"Kami berkomitmen dalam menggunakan material ramah lingkungan serta fokus pada inovasi berkelanjutan untuk menciptakan produk kebersihan berkualitas yang penuh warna dan terjangkau. Klinko telah tersertifikasi K3L sebagai bentuk komitmen terhadap kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup," pungkas Anggun. (OL-14)

Baca Juga

Ist

PGN Bagikan Deviden 2021 Sebesar Rp3,01 Triliun

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 09:20 WIB
PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sebagai komitmen dalam melaksanakan prinsip...
Ist

Apakah Cicilan Kredit Online Bisa Dipakai untuk Kebutuhan Produktif?

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 09:00 WIB
Utang dari cicilan kredit online tak selamanya buruk. Jika Anda bijak menggunakan, tujuannya tepat, dan penggunaannya sesuai dengan...
DOK SEMEN GRESIK

Semen Gresik Sukses Kampanye Nihil Gratifikasi pada Momen Idul Fitri1443 H

👤Haryanto 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 08:29 WIB
Dasar pelaksanaanya, lanjut Jibril, merujuk pada Peraturan KPK No. 2 Tahun 2019 tentang Pelaporan Gratifikasi, dan Permen BUMN...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya