Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas turun tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, karena para investor memilih dolar daripada emas sebagai tempat berlindung yang aman di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi global akibat inflasi tinggi dan perang di Ukraina yang terus berkecamuk.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 24,2 dolar AS atau 1,29 persen, ditutup pada 1.858,6 dolar AS per ounce.
Emas berjangka meningkat 7,1 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.882,80 dolar AS per ounce pada Jumat (6/5/2022), setelah terdongkrak 6,9 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.875,70 dolar AS pada Kamis (5/5/2022), dan turun tipis 1,8 dolar AS atau 0,10 persen menjadi 1.868,80 dolar AS pada Rabu (4/5/2022).
Investor telah berbondong-bondong ke mata uang dolar AS pada Senin (9/5/2022) daripada logam mulia untuk tempat yang aman, karena Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini untuk melawan inflasi, membuat emas kurang menarik sebagai tempat berlindung yang aman.
Sementara emas telah jatuh 2,8 persen sejauh bulan Mei, indeks dolar AS telah naik 6,7 persen sepanjang Mei hingga Senin (9/5/2022). Meskipun keduanya dianggap sebagai tempat berlindung yang aman di pasar yang bergejolak, dolar membuktikan menjadi aset pilihan ketika pasar ekuitas AS terus jatuh setelah masuknya siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Indeks harga konsumen AS akan dirilis pada Rabu (11/5/2022), yang mungkin menunjukkan puncak inflasi, menurut para analis pasar.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 54,7 sen atau 2,45 persen, menjadi ditutup pada 21,82 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 17,5 dolar atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada 938,5 dolar per ounce. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Kemenkeu: Kinerja Triwulan I jadi Modal Penting Untuk Pertumbuhan Ekonomi 2022
Nilai tukar Rupiah hari ini 22 Januari 2026 menguat ke Rp16.900 per USD didorong sentimen Trump dan keputusan BI Rate 4,75%. Cek selengkapnya di sini.
Ketua umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengaku sangat khawatir dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang semakin dalam pada akhir-akhir ini.
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan 21 Januari 2026
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu 21 Januari 2026, bergerak menguat 1 poin atau 0,01% menjadi Rp16.955 per dolar AS.
Arus modal portofolio asing kembali mengalir ke pasar keuangan Indonesia seiring menyempitnya selisih suku bunga antara Amerika Serikat dan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved