Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, rencana Amerika Serikat melakukan konferensi tingkat tinggi (KTT) ketahanan pangan di luar kerangka forum G20 disambut baik. Menurutnya itu akan menambah serta memperdalam pembahasan ketahanan pangan dunia yang berpotensi menghadapi krisis.
"Saya tidak melihat ini sebagai kompetisi, tetapi lebih seperti memperkuat atau bahkan memperdalam diskusi yang sangat penting bagi kita semua untuk dapat mengatasi risiko ekonomi global seperti krisis pangan," tuturnya dalam Konferensi Pers Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, Kamis (21/4) dini hari.
Diketahui, AS mengungkapkan rencana untuk melakukan KTT ketahanan pangan di luar dari forum G20. KTT itu akan membahas soal penguatan ketahanan pangan dunia, tanpa melibatkan Rusia yang merupakan produser pangan terbesar.
Langkah Negeri Paman Sam itu diambil untuk memitigasi ancaman krisis pangan akibat perang yang terjadi antara Rusia dengan Ukraina. Kekhawatiran itu muncul setelah ada keyakinan invansi yang terjadi akan melahirkan krisis pangan dunia.
Sri Mulyani mengatakan, kekhawatiran mengenai ketahanan pangan juga menjadi isu yang menjadi pembahasan dalam forum G20. Karenanya, selaku Ketua Presidensi, Indonesia turut mengundang Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) dalam berbagai pertemuan.
"Itu agar kami (G20) bisa mendapatkan penilaian dan pekerjaan yang bisa dilakukan, tidak hanya G20, tetapi dunia akan dapat memiliki ketahanan pangan yang jauh lebih baik," tuturnya.
Meski isu kerawanan pangan dinilai terlalu dini untuk dibicarakan, namun G20 tetap memandang hal itu penting untuk dibahas dan dicari solusinya. "Jadi inisiatif oleh Amerika Serikat untuk mengatasi masalah pangan ini, masalah atau krisis pangan, saya pikir tentu saja disambut baik," pungkas Sri Mulyani. (OL-12)
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuding Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) belum mengoptimalkan alokasi anggaran untuk pembelian kapal.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kegaduhan akibat penonaktifan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved