Selasa 05 April 2022, 21:04 WIB

Modal Tambahan Diyakini Percepat Wagely untuk Jadi Pemimpin Pasar

mediaindonesia.co, | Ekonomi
Modal Tambahan Diyakini Percepat Wagely untuk Jadi Pemimpin Pasar

Ist
Co-Founder dan CEO Wagely, Tobias Fischer.

 

PLATFORM kesejahteraan keuangan pertama (the first financial wellness platform), Wagely menambah modal lagi dengan begitu cepat setelah putaran awal.

Hal ini diyakini akan mempercepat brand Wagely untuk menapaki tujuan menjadi pemimpin pasar di Indonesia dan Bangladesh.

“Kami melihat adanya tingkat pertumbuhan dua digit yang besar dan percaya bahwa dengan modal tambahan memungkinkan kami untuk dapat melipatgandakan dan mempercepat brand Wagely untuk menapaki tujuan menjadi pemimpin pasar di kedua negara di mana kami beroperasi, yaitu Indonesia dan Bangladesh," kata Co-Founder dan CEO Wagely, Tobias Fischer.

"Dukungan dan kepercayaan dari investor lokal seperti EV (Growth Fund) merupakan bukti nyata dukungan atas misi utama Wagely,” ujar  Tobias Fischer dalam keterangan pers, Selasa (5/4).

Apakah modal tambahan ini menjadi indikasi Wagely melihat peluang dan berencana untuk terjun ke pasar negara berkembang lainnya di Asia, Afrika dan Amerika? 

Tobias Fischer yang merupakan salah satu karyawan pertama Grab Financial tak menampiknya.

“Kami juga menjelajahi berbagai opportunities di pasar berpotensi lainnya sesuai dengan pertumbuhan demand akan kesejahteraan finansial pekerja,” jelasnya.

Baca juga: Prudential Luncurkan Asuransi Jiwa Prudential Syariah

Sejauh ini, Wagely sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan besar. Makanya, Wagely merupakan platform kesejahteraan keuangan pertama (the first financial wellness platform) dengan pertumbuhan tercepat. 

“Kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan terbesar (blue chips) di Indonesia dan Bangladesh, seperti British American Tobacco, Ranch Market, Medco, Adaro Energy, SQ Group, Classic Composite and Vision Garments, dan masih banyak lagi," jelasnya.

"Kami juga satu-satunya pemain di Asia Tenggara yang beroperasi di dua pasar, telah menerima ISO 27001 tentang keamanan informasi, dan terintegrasi langsung dengan SAP. Dukungan dan kepercayaan dari investor lokal seperti EV (Growth Fund) adalah perwujudan nyata perjalanan dan misi kami,” ujar Fischer.

Sejauh ini, Wagely sudah membantu memberikan akses pelestarian kesejahteraan keuangan bagi jutaan karyawan pekerja keras di Asia.

Wagely menawarkan akses gaji yang diperoleh hanyalah langkah pertama untuk menciptakan kesejahteraan keuangan dalam jangka panjang.

“Berbeda dengan penyedia layanan keuangan tradisional yang menawarkan solusi vertikal, kami di sini membangun platform holistik yang menawarkan tidak hanya solusi arus kas yang sehat dan terjangkau kepada pekerja, tetapi juga melindungi mereka secara menyeluruh,"  ungkap mantan Direktur Capital Match, Advisor untuk Asian Development Bank tersebut.

Fischer sekali lagi menjelaskan alasan Wagely memperluas layanan ke Bangladesh dan perbedaan pasar negara itu dengan Indonesia.

Menurutnya, mereka melihat peluang besar untuk teknologi keuangan di Bangladesh yang dicirikan oleh fundamental menarik dan serupa seperti Indonesia dalam hal demografi, large TAM (Total Addressable Market), akses yang masih terbatas ke fasilitas kredit, meningkatnya permintaan untuk layanan keuangan terpadu, serta ruang gerak untuk makin memperluas produk dan segmentasi. 

“Selain itu, kami mendapat dukungan kuat dari perusahaan pemberi kerja dan karyawan yang memungkinkan kami untuk mendaftarkan beberapa produsen RMG (Ready Made Garment) terkemuka, termasuk SQ Group, Classic Composite, dan Vision Garments,” katanya.

Terkait tren pasar Earned Wage Acces (EWA) atau yang sering disebut ‘gaji instan’ di Asia Tenggara, Fischer menyebutnya luar biasa. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat karyawan melirik EWA.

“Tempat kerja (workplace) berubah dengan cepat dan dinamis, terutama sejak Covid-19 melanda. Sekarang, metode penggajian karyawan pun turut berubah, dan ini terjadi dalam skala yang luas," katanya.

"Wagely tetap berkomitmen untuk menghadirkan kesejahteraan finansial terbaik dalam melayani kebutuhan karyawan dan pekerja kelas menengah ke bawah yang jumlahnya terus meningkat di kawasan Asia Tenggara, terlebih saat menghadapi tantangan finansial,” ujarnya.

“Kami membuka wawasan karyawan akan upah harian, akses instan ke hak upah, dan daya untuk merencanakan pengeluaran dengan lebih bijak - terbukti mengurangi angka perputaran karyawan, memperkuat loyalitas, dan meningkatkan penghematan bisnis. Kami bangga telah berhasil beroperasi di dua pasar terbesar di Asia (Indonesia dan Bangladesh), yang menaungi lebih dari 150 juta pekerja secara total,” lanjutnya.

Tak hanya karyawan, Wagely juga sukses memikat pemberi kerja atau pengusaha. Hal ini karena platform ini memberi banyak manfaat kepada mereka.

Fischer menjelaskan, pekerja berpenghasilan rendah dan menengah hidup sehari-hari bergantung dari gaji ke gaji. Mereka terkadang berjuang dengan pengeluaran keuangan yang tak terduga. 

Hal tersebut memiliki dampak negatif pada performa karyawan yang berujung pada kinerja bisnis dengan omset yang lebih tinggi. Produktivitas pun menurun serta lebih banyak karyawan yang melakukan pinjaman. 

“Menawarkan karyawan akses langsung ke upah mereka sebelum tanggal gajian akan membantu meningkatkan dan mendorong ketahanan keuangan karyawan. Dampaknya pun telah terukur dan terbukti, dimana retensi dan produktivitas karyawan meningkat,” jelasnya.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara Wagely mendapat profit untuk menjalankan perusahaan? Menurut Tobias Fischer, Wagely berbeda dengan lembaga keuangan petahana dan pemberi pinjaman bayaran.

Mereka, kata Fischer, menghasilkan uang ketika orang terjebak dalam pusaran hutang yang tak terbayarkan, sehingga pinjaman berbunga, overdraft, dan tentu biaya keterlambatan.

Wagely tidak membebankan biaya keanggotaan tetap, melainkan biaya transaksi saja. Biaya keanggotaan Wagely dibayarkan oleh karyawan hanya jika mereka menemukan manfaat dan nilai dalam produk kami dan membuat kemajuan bersama kami.

"Mengapa kami mengambil pendekatan ini? Alasannya karena kami percaya metode keanggotaan (membership) adalah satu-satunya model bisnis yang benar-benar menyelaraskan insentif Wagely dengan kesejahteraan keuangan karyawan,” tegas Fischer. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Melejit, BI belum Naikkan Suku Bunga Acuan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:49 WIB
Secara tahunan, inflasi komponen inti tercatat mencapai 2,63% dan dari Januari-Juni 2022 mencapai...
Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Juni Lampaui Target 4%, BPS: Perlu Waspada

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:41 WIB
Penyebab lonjakan inflasi karena cuaca esktrem yaitu hujan masih turun sepanjang Juni kemarin dan berdampak pada wilayah sentra produksi...
Antara/M Risyal Hidayat.

Telan Biaya Besar, Pembangunan Pelabuhan Hijau Butuh Komitmen Serius

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:30 WIB
Penanaman pohon di pelabuhan lebih sulit terutama pelabuhan yang kawasannya berdiri di atas tanah hasil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya