Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
Citibank N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp1,08 triliun di tahun 2021. Pencatatan ini lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu terutama karena menurunnya pendapatan dari transaksi perdagangan, pendapatan bunga bersih, dan peningkatan cadangan credit impairment di lini Institutional Banking.
Citi Indonesia mencatatkan gross NPL sebesar 3,29%, meningkat dari 1,66% dari tahun lalu, sehubungan dengan kualitas kredit dari satu klien korporasi.
"Kami yakin kualitas portofolio kredit tetap dalam kondisi baik, dengan penerapan asas kehati-hatian dalam manajemen risiko untuk mengatasi dampak dari pandemi. Kami juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, dan menjaga rasio Net NPL tetap rendah yaitu sebesar 0,46%," kata Presiden Direktur Citibank N.A Indonesia Batara Sianturi, Sabtu (2/4).
Citi Indonesia memiliki likuiditas yang sangat baik dengan Lending to Deposit Ratio (LDR) sebesar 63,8% dan modal yang kokoh dengan Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) sebesar 27%.
Citi Indonesia tetap optimistis kondisi bisnis bank akan terus membaik, khususnya melihat upaya percepatan vaksinasi booster Covid-19, dampak varian Omicron, dan kemajuan positif untuk kembali ke kondisi normal.
Hal ini tercermin dari berbagai kemajuan dan inovasi yang mereka lakukan di berbagai lini bisnis, baik diInstitutional maupun Consumer banking.
Per Desember 2021, jumlah kredit Institutional group tumbuh 6% dibanding tahun sebelumnya, yang didorong dari pertumbuhan kredit di lini banking, capital markets and advisory (BCMA) dan lini commercial.
Global Subsidiaries Group terus membukukan pertumbuhan dan peningkatan pangsa pasar pada segmen MNC di tengah-tengah kondisi pasar yang menantang. Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia-ke-Asia yang meningkat 15% sampai akhir kuartal keempat 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya, di Retail Bank, Citi Indonesia dengan bangga telah berpartisipasi sebagai mitra distribusi Sukuk Ritel SR015 yang ditawarkan secara daring. Perusahaan ini juga berpartisipasi dalam peluncuran Obligasi Negara Republik Indonesia seri benchmark, yaitu FR090, FR091 dan FR092 pada bulan Juli 2021 untuk semakin melengkapi rangkaian produk yang ditawarkan oleh Citi.
Dengan rendahnya suku bunga saat ini, Citi Indonesia merekomendasikan nasabah untuk melakukan diversifikasi asset, antara lain ke produk yang dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi.
Hingga Desember 2021, Citi Indonesia juga berhasil meningkatkan transaksi investasi digital menjadi 61%, berkembang sebesar 64%, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumya. Hal ini merupakan salah satu peran penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis wealth management di tengah pandemi Covid-19.
Selain itu, di tengah ketidakpastian yang masih berlanjut, Citi Indonesia dan AIA Group Limited (AIA) telah berkolaborasi meluncurkan produk perlindungan kesehatan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada para nasabah dengan proteksi tinggi hingga mencapai umur 99 tahun.
Rangkaian produk bancassurance Citi Indonesia juga termasuk produk yang memberikan proteksi jiwa dan pengaturan finansial jangka panjang, khususnya untuk perencanaan pensiun atau pendidikan anak-anak.
Mengenai kemajuan proses penjualan consumer banking Citi Indonesia, Batara menyampaikan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan UOB Group (UOB) dalam hal transfer bisnis consumer banking Citi di Indonesia.
Transaksi ini mencakup bisnis retail banking dan kartu kredit namun tidak termasuk bisnis institutional banking di mana Citi akan tetap berkomitmen dan fokus untuk melayani para klien institusional baik secara lokal, regional, dan global.
"Proses divestasi ini tidak akan mempengaruhi komitmen kami kepada Anda serta produk dan layanan yang kami sediakan. Kegiatan operasional kami untuk para nasabah, termasuk semua kantor cabang, call center dan karyawan, akan terus berjalan secara normal seperti biasa," kata Batara. (Try/E-1)
PT Pegadaian berhasil menorehkan kinerja positif di tahun 2025 dengan mencetak laba bersih sebesar Rp8,34 triliun.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyatakan bahwa rating Moody's tidak berdampak terhadap kinerja kredit bank yang dipimpin oleh Hendra Lembong tersebut.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat kinerja keuangan yang solid di sepanjang 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan kredit mencapai 15,9% secara tahunan.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Dirinya cukup memahami perhitungan dunia bisnis, berdasarkan pengalamannya. Sehingga, Ia meminta Bank Jakarta meningkatkan nominal laba yang ditargetkan.
Capaian impresif ini membuktikan ketangguhan Jamkrida Jabar dalam menavigasi bisnis di tengah dinamika ekonomi nasional yang menantang.
PT Jasaraharja Putera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Laporan Keuangan (RUPS LK) untuk Tahun Buku 2024.
SUB Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PT Perkebunan Nusantara IV menyebut capaian komoditas non core (bukan inti) teh dan karet meraih laba positif untuk pertama kali sejak 1996.
BSI mencatat, penyaluran pembiayaan pada semua segmen tumbuh positif di mana segmen wholesale tumbuh 17,27% yoy, retail tumbuh 14,92% yoy, dan konsumer tumbuh 16,08% yoy.
Bird mencatatkan kinerja positif di kuartal pertama 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp1,30 triliun atau meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved