Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) memperkirakan lebih dari 80 juta warga Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan, bisa melakukan pembayaran dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
"Sejak kami luncurkan pada 17 Agustus 2019, QRIS telah menyebar ke-34 provinsi dan 480 kota/kabupaten di Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono secara virtual, Selasa (15/3).
Baca juga: Digitalisasi Sistem Pembayaran Percepat Pemulihan Ekonomi
Pada akhir 2021, jumlah "merchant" atau pedagang yang menggunakan QRIS mencapai 14 juta, dengan 86% merupakan sektor usaha kecil dan mikro.
Pihaknya melihat ekosistem QRIS semakin berkembang, yang juga didukung berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), baik bank maupun nonbank. Adapun inovasi terbaru dari QRIS, yakni QR cross border payment yang terhubung Bank Sentral Thailand dan Bank Sentral Malaysia.
"Melalui kerja sama ini, wisatawan dari Indonesia kini dapat menggunakan aplikasi pembayaran untuk memindai dengan kode QR. Kemudian, melakukan pembayaran ke merchant di Thailand, Malaysia dan sebaliknya," imbuh Doni.
Baca juga: Per Maret 2022, Penyaluran Dana FLPP Tembus Rp3 Triliun
Lebih lanjut, Doni menjelaskan QRIS merupakan salah satu reformasi regulasi dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.
Selain QRIS, terdapat pula reformasi lain, seperti penyempurnaan regulasi sistem pembayaran dan pengembangan BI-FAST. Berikut, percepatan infrastruktur sistem pembayaran dan membuat Standar Nasional Open API (SNAP).(Ant/OL-11)
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
BI memutuskan menahan BI Rate di level 4,75% dalam RDG Januari 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk menjaga rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kerugian global akibat kejahatan siber akan menembus US$10,5 triliun pada 2025, menjadikannya salah satu ancaman ekonomi terbesar dunia.
Kedaulatan ekonomi digital Indonesia semakin penting di tengah laju digitalisasi dan ketidakpastian global.
Fungsi Alat Pembayaran Non Tunai: Cek. Cek pembayaran non tunai: praktis, aman, terlacak! Kelola transaksi modern, hindari uang tunai, dan nikmati kemudahan bertransaksi.
Bank Indonesia meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) untuk memperkuat literasi, keamanan, dan inklusi ekonomi digital, didukung pertumbuhan QRIS dan BI-FAST yang kian pesat.
Bank Jakarta menggandeng Persija Jakarta dan The Jakmania melalui program From the Pitch to the Branch untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
PT iForte Payment Infrastructure mendukung UMKM melalui layanan acquiring QRIS yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh QRIS tanpa persyaratan membuka rekening baru.
BANK Indonesia (BI) mencatat lebih dari 36 persen volume transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) secara nasional berasal dari DKI Jakarta.
Menlu Sugiono, memuji peran QRIS yang telah memfasilitasi transaksi lintas batas di berbagai negara, termasuk Thailand, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved