Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Sentral Australia mulai melihat langkah menaikan tingkat suku bunga mulai bisa diperhitungkan. Gubernur Bank Sentral Australia, Philip Lowe mengatakan bahwa kenaikan tingkat suku bunga di tahun 20022 merupakan salah satu yang masuk akal.
"Sebab perang antara Ukraina dengan Rusia, telah mendorong inflasi meningkat, dan jauh lebih konsisten. Hal tersebut sudah sesuai dengan target dan tujuan dari Bank Sentral," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Kamis (10/3).
Lowe mengatakan Bank Sentral Australia selalu melihat data perekonomian dalam memberikan pertimbangan untuk membuat keputusan. Lowe mengatakan dalam situasi dan kondisi saat ini pertumbuhan upah di Australia dan fundamental inflasi masih sangat lemah dibandingkan di negara lain.
Baca juga: Rubel Rusia Terpuruk di tengah Sanksi Baru, Putin Bergeming
Namun apabila menilik prospek dan kemungkinan, tentu potensi kenaikan tingkat suku bunga hingga akhir tahun masih terbuka lebar. Bank Sentral
Australia masih akan meninjau setiap data perekonomian yang masuk dan melihat kemungkinan ketidakpastian dapat berkurang atau tidak.
"Sebelum ini, Bank Sentral Australia tidak pernah bergantung dengan data dalam memutuskan menaikan atau menurunkan tingkat suku bunga," kata Nico.
Apalagi Bank Sentral Australia sebelumnya sudah mengatakan tidak akan menaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2023. Namun kini di tengah tren kenaikan tingkat suku bunga oleh Bank Sentral di berbagai negara, Australia pun ikut arus untuk menaikan tingkat suku bunga.
"Namun bedanya Bank Sentral Australia akan jauh lebih bersabar untuk setahap demi setahap untuk menaikkan tingkat suku bunga. Karena Lowe khawatir, apabila suku bunga naik terlalu cepat, akan memberikan dorongan negatif terhadap pengangguran," kata Nico.
Lowe sendiri ingin menaruh perhatian lebih besar terhadap tingkat pasar tenaga kerja, sebelum menaikan suku bunga.
Bulan Februari 2022, pada akhirnya Australia mengakhiri stimulus karena prospek perekonomian telah pulih dan jauh lebih kuat sehingga mendorong pengangguran turun ke level terendahnya dalam kurun waktu 13 tahun terakhir, yakni sebesar 4,2%.
"Kami melihat ada potensi Bank Sentral Australia akan menaikkan tingkat suku bunganya 0,1% - 0,15% pada kuartal III atau IV 2022 mendatang," kata Nico.
Saat ini yang menjadi perhatian Bank Sentral Australia yaitu pertama, mengukur seberapa besar dampak yang disebabkan oleh Ukraina dan Rusia terhadap perekonomian Australia, terkait inflasi akan naik atau tidak, sehingga memberikan pertimbangan tersendiri bagi Bank Sentral Australia dalam menaikan tingkat suku bunganya. Kedua, bagaimana caranya agar biaya ketenagakerjaan di Australia dalam berkembang.
"Hal ini yang masih menjadi fokus dari Bank Sentral Australia dalam jangka waktu beberapa bulan mendatang," kata Nico.
Pasar juga menanti data hasil pertemuan Bank Sentral Eropa ya yang akan dihelat pada Kamis (10/3) waktu setempat. Pasar menanti bagaimana sikap dari Bank Sentral Eropa terhadap situasi dan kondisi yang terjadi antara Ukraina dengan Rusia, serta langkah mereka ketika ada dampak yang luar biasa besar. (Try/OL-09)
Sebanyak 67 duta bahasa Indonesia akan diterjunkan ke 53 institusi pendidikan, mencakup sekolah dan universitas di berbagai wilayah Australia.
Parlemen Australia meloloskan UU pengetatan senjata api dan program buyback nasional menyusul penembakan maut di Bondi Beach yang menewaskan 15 orang.
Rentetan serangan hiu melanda pesisir New South Wales, Australia. Otoritas peringatkan warga menjauhi laut dan sungai akibat air keruh pasca-hujan lebat.
Tragis, seorang turis perempuan asal Kanada ditemukan tewas di Pulau K'gari, Australia. Jenazahnya ditemukan dikelilingi sekitar 10 dingo di tepi pantai.
Skandal sensor melanda Adelaide Festival setelah Dr. Randa Abdel-Fattah dilarang tampil. Sebanyak 180 penulis, termasuk Jacinda Ardern, mundur sebagai bentuk protes.
Negara bagian Victoria, Australia, tetapkan status darurat akibat kebakaran hutan hebat. Satu orang tewas dan ratusan rumah hancur saat api melahap lahan seluas dua kali London.
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
DEWAN Gubernur Bank Indonesia menyebut masih ada ruang penurunan suku bunga ke depan.
RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved