Selasa 08 Maret 2022, 19:30 WIB

Kementan Dorong Ubi Jalar Tembus Pasar Ekspor

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Dorong Ubi Jalar Tembus Pasar Ekspor

DOK KEMENTAN

 

DIREKTUR Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan ubi jalar menjadi komoditas pangan lokal yang sangat berpotensi dikembangkan baik aspek budidaya maupun hilirisasinya sehingga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor. Pada 2022 ini Direktorat Jenderal Tanaman Pangan melalui stimulan bantuan pemerintah mengalokasikan pengembangan 2.000 hektare (ha) di beberapa lokasi di Indonesia.

“Mari kita manfaatkan pangan lokal, pangan lokal itu punya nilai gizi tinggi. Tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya supaya ada nilai tambah dan sudah ekspor ke Korea," ujar Suwandi di Jakarta, Selasa (8/3/2022).

Berangkat dari ini, Suwandi mendorong petani bisa memanfaatkan KUR (Kredit Usaha Rakyat), kemitraan maupun investor untuk pengembangan budidaya ubi jalar berorientasi ekspor. Pola pengelolaan melalui korporasi petani juga harus terus dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui potensi pangan lokal dari pedesaan.

"Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memiliki kebijakan dan program yang salah satunya pengembangan pangan lokal berbasis korporasi untuk menghasilkan komoditas yang berkualitas bagus, produktivitas tinggi, dikelola sampai hilirirasasi yang menghasilkan produk dengan kemasan bagus untuk peroleh nilai tambah dan memastikan pasar hingga ekspor," jelasnya.

Sementara itu dalam Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani episode 360 tanggal 8 Maret 2022, membeberkan ubi jalar merupakan salah satu komoditas bahan pangan yang unik karena memiliki beberapa varietas dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Potensi ubi jalar sebagai bahan baku industry pangan pun sangat besar, mengingat sumber daya bahan tersedia melimpah.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Siti Maesaroch menyebitkan Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung upaya pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mengembangkan potensi ubi jalar. Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam bidang ini, dimana tercatat lima kecamatan yang berpotensi untuk pertanaman ubi jalar, yaitu Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Jenawi, dan Ngargoyoso. 

“Luas panen ubi jalar di Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 mencapai 753 ha dengan produksi 30.120 ton. Hal ini tidak terlepas dari fasilitas bantuan Kementan berupa Dem Area Ubi Jalar tahun 2013, Sarana Produksi Ubi Jalar (2016), Pengolahan Ubi Jalar tahun 2018, Bangsal Pasca Panen Ubi Jalar tahun 2020 dan Pengembangan Kawasan Ubi Jalar 2021,” ungkapnya.

Wagimin, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tawamangu menuturkan ubi jalar mampu meraup untung yang besar. Ini terlihat dari analisisa usaha tani dari budidaya ubi jalar yakni biaya produksi yang dikeluarkan sekitar Rp35 juta per ha. Biaya ini diperlukan antara lain untuk penyiangan, pemupukan dan pengairan tahap 1 dan 2 serta biaya panen. 

"Hasil produksi dalam 1 ha mencapai 45 ton dengan harga jual Rp2.000 per kilogram sehingga dalam 1 ha omset yang diperoleh mencapai Rp90 juta. Dengan demikian, laba atau keuntungan yang diperoleh dalam 1 ha mencapai Rp54,6 juta,” bebernya.

Hasil produksi ubi jalar di Kabupaten Karanganyar berupa pangan olahan sebagian besar dipasarkan di pusat oleh-oleh tempat wisata. Ada varietas khusus seperti Varietas Korea dan Manohara yang diolah menjadi stik ubi jalar untuk kebutuhan eksport. Salah satu eksportir olahan ubi jalar dalam bentuk stik adalah CV Makmur Abadi Jaya. 

Ujang, dari CV Makmur Abadi Jaya menyampaikan produknya 100% diekspor ke Korea yang jumlahnya mencapai 1.800 ton per tahun. Suplai bahan bakunya berasal dari petani ubi jalar di wilayahnya. 

“Pasokan dari petani lancar dan harga bagus, buktinya sudah rutin masuk Korea. Usaha pengolahannya mampu membuka lapangan pekerjaan. Ada tenaga kerja warga sini cukup banyak sekitar 60 orang yang kami pekerjakan disini,” ungkap ujang. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Melejit, BI belum Naikkan Suku Bunga Acuan

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:49 WIB
Secara tahunan, inflasi komponen inti tercatat mencapai 2,63% dan dari Januari-Juni 2022 mencapai...
Antara/Asep Fathulrahman.

Inflasi Tahunan Juni Lampaui Target 4%, BPS: Perlu Waspada

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:41 WIB
Penyebab lonjakan inflasi karena cuaca esktrem yaitu hujan masih turun sepanjang Juni kemarin dan berdampak pada wilayah sentra produksi...
Antara/M Risyal Hidayat.

Telan Biaya Besar, Pembangunan Pelabuhan Hijau Butuh Komitmen Serius

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 14:30 WIB
Penanaman pohon di pelabuhan lebih sulit terutama pelabuhan yang kawasannya berdiri di atas tanah hasil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya