Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITK ekonomi makro dan keuangan INDEF Riza Annisa Pujarama menilai perang antara Rusia dan Ukraina secara tidak langsung dapat memengaruhi perekonomian Indonesia terutama pada sektor ekspor dan impor.
Alasannya, Rusia, Ukraina, dan Indonesia punya mitra dagang yang sama, yaitu Tiongkok
"Yang perlu menjadi perhatian adalah kinerja ekspor-impor China yang menjadi mitra dagang utama Rusia dan Ukraina. Kinerja ekspor-impor domestik dapat menurun," tutur Riza saat acara diskusi virtual, Jumat (4/3)
Ia menjelaskan jika nantinya perang memengaruhi kinerja ekspor dan impor dari dua negara yang berkonflik itu ke Tiongkok, maka kemungkinan itu juga akan berpengaruh ke Indonesia.
Data Observatory of Economic Complexity (OEC) per 2019, sebagaimana disampaikan oleh Riza saat diskusi, menunjukkan China menempati urutan teratas untuk tujuan ekspor dan impor Rusia.
Per 2019, ekspor Rusia ke China mencapai 14,3 persen, kemudian impor mencapai 19,8 persen.
Tidak hanya terkait sektor ekspor dan impor, perang Rusia-Ukraina juga dapat memperkuat tren peningkatan harga minyak dunia yang telah naik sejak akhir 2021.
"Peningkatan harga minyak dunia dapat terus terdorong karena Rusia merupakan salah satu negara eksportir minyak terbesar dunia, ini akan memengaruhi ekonomi domestik karena Indonesia merupakan net importir minyak dunia," papar Riza.
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menggunakan GTAP memprediksi Indonesia dapat mengalami kontraksi/perlambatan ekonomi 0,014 persen, sementara ASEAN secara keseluruhan 0,028 persen.
Oleh karena itu, Peneliti INDEF itu menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada para pemangku kepentingan, di antaranya Indonesia harus dapat menjaga stabilitas daya beli domestik, menekan inflasi, menjaga sektor konsumsi dan sektor riil.
Sektor konsumsi dan daya beli harus dijaga oleh pemerintah, karena itu jadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, ujarnya.
Kemudian, ia juga menyarankan pemerintah menjaga kinerja ekspor Indonesia dengan negara-negara mitra utamanya, dan memperluas kerja sama ekspor dan impor.
Terakhir, ia juga menyarankan agar pemerintah mempercepat hilirisasi produk ekspor yang punya nilai tambah demi memperkuat daya saing industri dalam negeri.
Perang Rusia dan Ukraina mulai sejak 24 Februari 2022 saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Donbas.
Tak lama setelah pengumuman itu, Rusia menyerang tujuh kota di Ukraina, termasuk ibu kota negara Kiev. (OL-8)
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Rusia ajukan draf resolusi Dewan Keamanan PBB desak gencatan senjata di Timur Tengah. Moskow minta semua pihak hentikan eskalasi dan kembali ke meja perundingan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian desak Rusia dukung hak sah Iran di tingkat internasional pasca-serangan AS dan Israel. Simak detail diplomasi Teheran dan pembelaan hukumnya di PBB
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin menyatakan akan mempertimbangkan penghentian pasokan energi Rusia ke Eropa dan mengalihkannya ke pasar Asia.
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Rosatom mengatakan telah mengevakuasi hampir 100 orang dari Iran.
Dalam unggahan terbarunya di Truth Social, Trump mengklaim bahwa Departemen Luar Negeri memindahkan ribuan orang dari berbagai negara di Timur Tengah.
Otoritas Seoul telah menetapkan peringatan Level 4 untuk seluruh wilayah Iran.
Menlu periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menilai eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memperlihatkan kian rapuhnya tatanan global berbasis aturan
JAUH-JAUH hari David Harvey (1989) dalam bukunya, The Condition of Postmodernity, telah menjelaskan dampak kondisi global ekonomi sebuah negara.
Perang akan memicu krisis pangan, disrupsi energi, gelombang pengungsi, kemiskinan ekstrem, pelanggaran hak asasi manusia, serta instabilitas ekonomi global.
Sekitar 200 korban di antaranya adalah anak-anak usia sekolah dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved