Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN batasan ekspor sapi oleh beberapa negara produsen utama daging sapi dunia, seperti Australia, Brazil dan Argentina, turut memengaruhi harga daging sapi di Indonesia.
Pembatasan ekspor dari negara-negara tersebut dilakukan karena adanya penurunan jumlah sapi yang dipotong di Australia untuk upaya repopulasi sapi, ditemukannya wabah penyakit pada beberapa populasi sapi di Brazil dan pengamanan pasokan domestik di Argentina.
“Sebagian besar pasokan daging sapi Indonesia berasal dari impor. Jadi pembatasan semacam ini tentu berpengaruh karena jumlah kebutuhan biasanya tetap dan malah cenderung meningkat, terutama dalam menghadapi waktu-waktu tertentu,” jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nisrina Nafisah, Kamis (3/3).
Secara garis besar, permintaan global terhadap produk-produk ternak terus meningkat dalam satu tahun terakhir, bersamaan dengan kembalinya kegiatan konsumsi serta kemampuan belanja dan kepercayaan konsumen meningkat. Meski begitu, peningkatan permintaan ini tidak diiringi dengan laju produksi yang sama.
Sekitar 70 persen total kebutuhan daging sapi dan sapi bakalan nasional berasal dari impor, berdasarkan data dari Meat & Livestock Australia, 2020. Sebagian besar dari impor tersebut datang dari Australia.
Nisrina menyebut, kondisi tersebut membuat peningkatan harga daging sapi di pasar internasional dan gangguan pasokan yang terjadi di negara impor utama akan berdampak pada harga daging sapi di Indonesia.
Berdasarkan data Bank Dunia pada 2022, harga daging sapi menyentuh US $5,97/kg di pasar internasional pada Januari 2022, meningkat sebesar 33,85 persen dari bulan Januari 2021.
Harga sapi bakalan untuk dipotong pada Februari 2022 turut meningkat 60 persen menjadi US $4,2/kg dari US $2,8/kg pada Februari 2021. Kenaikan harga tersebut terjadi karena beberapa faktor termasuk pasokan daging sapi yang kurang saat permintaan sedang meningkat.
Indonesia sempat mengalami penurunan pasokan sapi bakalan impor di tahun 2020 karena Australia mengalami depopulasi sapi akibat dari kebakaran hutan dan kebanjiran. Hal ini kemudian berdampak pada berkurangnya jumlah sapi dan daging sapi yang diekspor ke Indonesia.
Berdasarkan data BPS, Impor daging sapi Indonesia pada 2020 berjumlah 226,6 ribu ton atau berkurang 15 persen dari tahun sebelumnya yang berjumlah 266,5 ribu ton.
Pada tahun 2021, jumlah impor daging sapi kembali meningkat sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau menjadi 276,8 ribu ton. Namun, harga daging sapi sepanjang 2021 tetap tinggi dan kembali mengalami peningkatan pada Februari 2022, berdasarkan Indeks Bulanan Rumah Tangga (BuRT) dari CIPS.
Untuk membantu mencukupi kebutuhan daging sapi dari impor, pemerintah perlu membenahi sistem impor dan mengupayakan peningkatan harga produksi dan distribusi. Indonesia juga bisa menambahkan Brazil dan Amerika Serikat sebagai negara pemasok impor daging sapi untuk untuk mengurangi ketergantungan dari Australia.
"Baru sekitar 1 persen dari total impor daging sapi Indonesia, datang dari Brazil dan Amerika Serikat dua negara produsen daging sapi terbesar di dunia, karena ketatnya persyaratan bebas penyakit mulut dan kaki serta sertifikat halal yang diberikan Indonesia untuk memastikan daging sapi yang masuk Indonesia berasal dari sapi yang sehat," jelas Nisrina.
Langkah pemerintah yang membuka keran impor daging kerbau dari India sejak tahun 2016 sebagai alternatif dari daging sapi juga berdampak positif bagi kecukupan permintaan daging sapi nasional, dimana sejak saat itu negara tersebut menduduki posisi kedua setelah Australia sebagai importir daging lembu terbesar Indonesia.
Daging kerbau tersebut kemudian menawarkan variasi dengan harga yang kompetitif dan relatif lebih murah dari daging sapi sehingga memikat bagi konsumen dan pedagang. (OL-13)
Baca Juga: Layanan BCA Mobile kembali Normal
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menilai, upaya meminimalkan perbedaan pandangan menjadi penting di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
PERDEBATAN tentang kecerdasan buatan kerap terjebak pada dua kutub ekstrem: optimisme teknologi yang nyaris tanpa syarat dan ketakutan apokaliptik yang berlebihan.
ANALIS komunikasi politik sekaligus pendiri KedaiKOPI, Hendri Satrio (Hensa), mengingatkan Danantara untuk segera membenahi strategi komunikasi publik dan kebijakan pengelolaan asetnya.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meneguhkan peran sebagai policy hub yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved