Rabu 02 Maret 2022, 11:05 WIB

Januari – April 2022, BPS Sebut Produksi Padi akan Meningkat 7,7%

mediaindonesia.com | Ekonomi
Januari – April 2022, BPS Sebut Produksi Padi akan Meningkat 7,7%

ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Sejumlah petani membersihkan padi yang baru dipanen di Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) menyatakan pada periode Januari – April 2022 mendatang, produksi padi Januari – April 2022 diperkirakan naik 7,7% atau setara 14,63 juta ton bila dibandingkan periode yang sama pada 2021 lalu sebesar 13,58 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa semua perhitungan tersebut dilakukan melalui metode kerangka sample area (KSA), di mana pengamatannya sudah memakai teknologi sistem informasi geografi (SIG).

Kenaikan produksi padi tidak bisa dilepaskan dari kenaikan potensi luas panen. Pada Januari – April 2022, luas panen berpotensi mencapai 4,81 juta hektare. 

"Angka tersebut kami hitung berdasarkan metode KSA. Hasilnya potensi luas panen kita mencapai 4,81 juta hektar atau naik 0,38 juta hektare dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara persentase ini kenaikannya mencapai 8,58 persen," ujar Setianto, Selasa, 1 Maret 2022.

Sementara itu, BPS turut mencatat produksi beras pada Indonesia pada 2021 mengalami penurunan sebesar 0,45 persen dari produksi di tahun sebelumnya yang mencapai 31,5 juta ton.

Namun, menurut Setianto, penurunan tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya bencana alam dan kekeringan yang cukup panjang.

"Antara lain terjadi kemarau yang lebih tinggi pada bulan Agustus dan September 2021, juga karena bencana atau musibah banjir di awal tahun serta adanya erupsi gunung Semeru dan serangan hama di beberapa tempat," katanya.

Berikutnya, kata Setianto, penurunan selama 2021 juga disebabkan peralihan tanaman padi ke tanaman lain yang terjadi selama Agustus dan September 2021, di mana banyak petani memanfaatkan lahan kering sebagai tempat berkebun.

"Karena kemarau mereka lalu beralih karena terjadi kekurangan air. Kekeringan memang berdampak luas terhadap panen padi yang jauh lebih rendah dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya," katanya.

Selain itu, curah hujan yang cukup tinggi juga menyebabkan banyak tanaman padi rusak, sehingga berdampak pada luas panen di sepanjang Oktober hingga Desember 2021.

"Penyebab lainya intensitas curah hujan yang cukup tinggi di akhir 2021 sehingga berdampak pada luas panen di sepanjang Oktober Desember 2021," katanya.

Tapi disisi lain, beberapa Provinsi tetap mengalami kenaikan panen seperti yang terjadi pada Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Papua.

Di Sulsel produksinya mencapai 382,17 ribu ton gabah kering giling atau meningkat 8,12%. Sedangkan di Jawa Tengah produksinya mencapai 129,49 ribu ton atau 1,36%. "Dan Papua sebesar 120,28 ribu ton atau 72,46%," tutupnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Pelaku UMKM di Yogyakarta Jadi Kunci Kebangkitan Industri Kreatif 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 20:39 WIB
Pemerintah melalui Kemenparekraf berupaya memberikan beragam bentuk pelatihan bagi para UMKM. Aneka ragam program pemerintah yang...
DOK Pribadi.

Omnichannel E-commerce Integrasikan Marketplace agar Lebih Praktis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:30 WIB
Omnichannel e-commerce menawarkan solusi berbagai platform marketplace dan saluran e-commerce terintegrasi satu sama...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

DPR Setujui PMN 2023 ke BUMN Senilai Rp69,82 Triliun

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 04 Juli 2022, 19:01 WIB
Selain PMN tunai, Komisi VI juga menyetujui usulan PMN nontunai 2023 sebesar Rp838,4 miliar kepada PT Len Industri dan Rp2,6 triliun kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya