Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Jejak Karier Ari Lasso, Jadi Penyanyi Solo setelah Pisah dari Dewa 19

Nike Amelia Sari
04/12/2025 21:17
Jejak Karier Ari Lasso, Jadi Penyanyi Solo setelah Pisah dari Dewa 19
Ari Lasso(Dok. Instagram @ari_lasso)

NAMA Ari Lasso kembali ramai dicari di Google pada Kamis (4/12). Mantan vokalis Dewa 19 itu menjadi bahan perbincangan setelah sang kekasih, Dearly Joshua, diketahui unfollow akun Instagram miliknya. 

Situasi ini makin memancing spekulasi karena Dearly juga terlihat telah menghapus foto-foto kebersamaan mereka. Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari kedua belah pihak.

Meski tengah menjadi sorotan, karier Ari Lasso sejatinya jauh dari dunia sensasi. Lalu bagaimana perjalanan karier Ari Lasso di dunia musik? Yuk, simak sebagai berikut. 

Jejak Karier Ari Lasso

Ari Lasso lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 17 Januari 1973. Sejak masa sekolah, Ari sudah akrab dengan musik. Ketika bersekolah di SMA 2 Surabaya, ia mendirikan band bernama Outsider bersama Juniarso—drumer pertama Dewa 19—serta Piyu yang kemudian dikenal sebagai gitaris Padi.

Takdir kemudian mempertemukan Ari dengan Ahmad Dhani, Erwin Prasetya, dan Andra Ramadhan yang saat itu tergabung dalam kelompok Down Beat. Mereka merasa cocok bekerja sama, lalu membentuk band yang kelak dikenal sebagai Dewa 19.

Pada awalnya, grup tersebut hanya bernama Dewa. Angka 19 baru melekat setelah mereka merilis album perdana bertajuk 19 - rilis melalui Team Record dan Aquarius Musikindo pada 1992. Dari album inilah lahir salah satu lagu terbesar mereka, Kangen.

Masa Keemasan Bersama Dewa

Selama bersama Dewa, Ari berkontribusi dalam empat album yang mendapat sambutan hangat dari penikmat musik maupun kritikus yaitu 19, Format Masa Depan, Terbaik Terbaik, dan Pandawa Lima. Album terakhir tersebut menghasilkan sederet lagu yang hingga kini masih populer, seperti Kirana, Kamulah Satu-Satunya, Aku di Sini Untukmu, dan Satu Sisi.

Setelah Pandawa Lima, Aquarius Musikindo merilis The Best of Dewa 19 pada 1999 yang memuat dua lagu baru, yaitu Elang dan Persembahan Dari Surga. Kompilasi ini kemudian menjadi penanda berakhirnya perjalanan Ari bersama Dewa.

Melanjutkan Langkah sebagai Solois

Tahun 2000 menjadi titik balik bagi Ari. Duetnya bersama Melly Goeslaw lewat lagu Jika melonjak menjadi hit besar. Pada saat itulah Dewa memperkenalkan vokalis barunya, Elfonda Mekel (Once), sementara Ari mulai serius menapaki jalur solo.

Selama bernaung di Aquarius Musikindo, Ari merilis empat album yang menuai sukses yaitu Sendiri Dulu (2001), Keseimbangan (2003), Kulihat Kudengar Kurasa (2004), dan Selalu Ada (2006). Tiga album pertama mencatat pencapaian gemilang.

Album debut Sendiri Dulu melahirkan lagu-lagu seperti Misteri Ilahi, Perbedaan, dan Penjaga Hati. Penjualannya mencapai 650 ribu kaset dan meraih empat platinum. 

Kesuksesan ini berlanjut pada Keseimbangan yang memuat hit besar Rahasia Perempuan, Cinta Sejati, dan Hampa serta terjual lebih dari 750 ribu kaset. Sementara Kulihat Kudengar Kurasa berhasil mencatat penjualan sekitar 300 ribu kaset. (Nas/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik