Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyebutkan bahwa awal tahun 2022 ini menjadi masa bagi petani menikmati harga gabah yang dibeli oleh pasar dengan harga tinggi.
Hal ini tergambarkan dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang merilis Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Januari 2022 meningkat signifikan bila dibandingkan dengan Desember 2021. Tercatat NTP naik 0,30% dan NTUP naik 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan NTP menunjukkan bahwa petani bisa menikmati keuntungan dari hasil produksi mereka,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (2/2).
Kuntoro pun melihat, meski harga beras pun mengalami peningkatan, kenaikannya baik di tingkat grosir maupun eceran masih terkendali dan di bawah persentase kenaikan harga gabah.
Baca juga: Penyaluran Pupuk Bersubsidi ke Petani Baru 36,22 Persen
“Tentunya tren ini perlu terus dijaga. Kita harus terus upayakan selisih harga antara gabah di tingkat petani dan beras yang dibeli di konsumen tidak terlampau jauh. Agar tidak terjadi disparitas harga, Kementan akan senantiasa berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Perum Bulog yang memiliki wewenang di bagian hilir,” ujar Kuntoro.
Perlu diketahui, Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bahwa kenaikan NTP disebabkan kenaikan harga jual beberapa komoditas, seperti gabah, kelapa sawit, dan ayam ras. Sementara itu, kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani dipicu oleh kenaikan harga ayam beras, minyak goreng, dan rokok.
Dari sejumlah subsektor yang dipantau, tanaman pangan menjadi subsektor yang mengalami peningkatan tertinggi.
“NTP tanaman pangan mencapai 100,86 atau meningkat sebanyak 0,98% dibandingkan bulan sebelumnya. Penyebabnya adalah kenaikan indeks harga yang diterima petani meningkat hingga 1,48%,” sebut Margo.
Sementara itu, NTUP Januari 2022 tercatat sebesar 108,65, naik 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya. Berbeda dengan NTP, pembanding untuk penghitungan NTUP adalah indeks biaya produksi dan penambangan barang modal (BPPBM).
“BPPBM naik sebanyak 0,68%, masih di bawah persentase kenaikan indeks harga yang diterima petani,” terangnya.
Performa subsektor tanaman pangan memang tidak bisa dilepaskan dari tren harga gabah di tingkat petani. Margo menyebutkan gabah petani dalam bentuk gabah kering panen (GKP) naik sebesar 4,96 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan ini meningkat dibandingkan persentase kenaikan bulan sebelumnya sebesar 2,64%,” tutur Margo.
Harga beras pun turut mengalami peningkatan. Tercatat pada Januari 2022, harga beras grosir meningkat 0,64% dan di tingkat pengecer sebesar 0,94%. (Des/OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
Penggiling padi diminta untuk tetap memproduksi beras dan mensuplai ke pasar tradisional dan pasar modern dengan menepati syarat mutu seperti yang tertera dalam labeling di packaging.
kenaikan harga gabah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang tidak berubah mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan pengoplosan beras
Menurut Bupati, produktivitas pada musim tanam kedua tahun ini tidak lepas dari beberapa faktor pendukung.
PEMERINTAH mengklaim berhasil mencetak tonggak sejarah baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, gabah yang diserap diwujudkan untuk bantuan pangan pada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved