Jumat 28 Januari 2022, 17:53 WIB

Periode Februari 2022: Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Naik

 Fetry Wuryasti | Ekonomi
Periode Februari 2022: Harga Referensi CPO dan Biji Kakao Naik

ANTARA/AKBAR TADO
Pekerja mengumpulkan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (14/11/2021).

 

HARGA referensi produk crude palm oil (CPO) untuk penetapan bea keluar (BK) periode Februari 2022 adalah US$1.314,78/MT. Harga referensi tersebut meningkat sebesar US$7,02 atau 0,54% dari periode Januari 2022, yaitu sebesar US$1.307,76/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

"Saat ini harga referensi CPO telah jauh melampaui threshold US$750/MT. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK CPO sebesar US$200/MT untuk periode Februari 2022,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana, Jumat (28/1).

BK CPO untuk Februari 2022 merujuk pada Kolom 12 Lampiran I Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No. 1/PMK.010/2022 sebesar US $200/MT. Nilai tersebut tidak berubah dari BK CPO untuk  periode Januari 2022.

Baca juga: Malaysia Menahan Ekspor Sawit Mendorong Kenaikan Harga CPO

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada Februari 2022 sebesar US$2.522,63/MT meningkat 1,91% atau US$47,32 dari bulan sebelumnya, yaitu sebesar US$2.475,31/MT.

Hal ini berdampak pada peningkatan HPE biji kakao pada Februari 2022 menjadi US$2.234/MT, meningkat 2,11% atau US$46.11 dari periode sebelumnya, yaitu sebesar US$2.188/MT.

Peningkatan harga referensi CPO dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu menurunnya supply CPO akibat curah hujan yang tinggi di Indonesia dan Malaysia. 

Penurunan jumlah tenaga kerja terjadi di perkebunan sawit Malaysia akibat pandemi juga turut mengurangi produktivitas CPO, serta peningkatan harga minyak mentah secara global berdampak pada peningkatan harga bahan bakar alternatif.

Sementara peningkatan harga referensi dan HPE biji kakao dipengaruhi oleh optimisme pasar akan pemulihan setelah adanya pembatasan karena varian Omicron dan adanya penurunan pasokan kakao. Penurunan ini tidak berdampak pada BK biji kakao, yaitu tetap 5%.

Hal tersebut tercantum pada Kolom 2 Lampiran I Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No. 1/PMK.010/2022.

Untuk HPE produk kayu dan kulit, tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya dan membuat BK produk kayu dan kulit juga tidak mengalami perubahan.

BK produk kayu dan produk kulit tercantum pada Lampiran II Huruf A Peraturan Menteri Keuangan No.1/PMK.010/2022. (A-2)

Baca Juga

Ist

Sandiaga Uno Ajak UMKM Berkolaborasi dengan Platform E-commerce

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 08:14 WIB
Pelaku UMKM diminta berkolaborasi dengan platform digital agar dapat semakin menciptakan peluang usaha, membangkitkan ekonomi, dan...
MI/HO

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB
“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi...
MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya