Jumat 28 Januari 2022, 06:10 WIB

Harga Minyak Turun Dipicu Ketegangan Rusia dan Pengetatan Fed

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Minyak Turun Dipicu Ketegangan Rusia dan Pengetatan Fed

dok.Ant
Ilustrasi: aktivitas pengolahan minyak lepas pantai

 

HARGA minyak jatuh pada akhir perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (28/1), setelah minyak mentah Brent mencapai level tertinggi tujuh tahun di atas 90 dolar AS per barel, karena pasar menyeimbangkan kekhawatiran tentang ketatnya pasokan di seluruh dunia dengan ekspektasi Federal Reserve AS akan segera memperketat kebijakan moneter.

Patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terpangkas 62 sen menjadi menetap di 89,34 dolar AS per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret ditutup 74 sen lebih rendah pada 86,61 dolar AS per barel.

Kedua kontrak acuan minyak mentah diperdagangkan dalam sesi yang bergejolak dengan kedua kontrak bergerak antara wilayah positif dan negatif.

Harga minyak telah melonjak pada Rabu (26/1/2022), dengan Brent naik di atas 90 dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun di tengah ketegangan antara Rusia dan Barat. Ancaman terhadap Uni Emirat Arab dari gerakan Houthi Yaman telah menambah kegelisahan pasar minyak.

Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, dan Barat telah berselisih mengenai Ukraina, memicu kekhawatiran bahwa pasokan energi ke Eropa dapat terganggu, meskipun kekhawatiran difokuskan pada pasokan gas daripada minyak mentah.

Rusia mengatakan jelas bahwa Amerika Serikat tidak bersedia untuk mengatasi masalah keamanan utama Moskow dalam kebuntuan mereka atas Ukraina, tetapi tetap membuka pintu untuk dialog.

Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengatakan AS berharap Rusia akan mempelajari apa yang telah ditawarkan Washington dan kembali ke meja perundingan.

"Pasar sangat tidak menentu di tengah berita utama tentang situasi Rusia-Ukraina," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn. "Ada ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi."

Baca Juga: Rusia Ancam akan Kirim Lebih Banyak Senjata ke Separatis di ...

Membebani harga, Federal Reserve (Fed) AS mengatakan pada Rabu (26/1/2022) kemungkinan akan menaikkan suku bunga pada Maret dan berencana untuk mengakhiri pembelian obligasi bulan itu untuk menjinakkan inflasi.

Dolar AS naik setelah pengumuman tersebut, membuat minyak lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Pada Kamis (27/1/2022), indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang perdagangan utama lainnya naik ke level tertinggi sejak Juli 2021.

"Kemerosotan harga yang lebih jelas sedang dicegah oleh krisis Ukraina, karena masih ada kekhawatiran bahwa pengiriman minyak dan gas Rusia dapat terhambat jika terjadi eskalasi militer," kata Commerzbank setelah penurunan harga pagi.

Pasar mulai mengalihkan perhatiannya ke pertemuan 2 Februari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+.

OPEC+ kemungkinan akan tetap dengan rencana kenaikan target produksi minyaknya untuk Maret, beberapa sumber dalam kelompok itu mengatakan kepada Reuters.

OPEC+ telah menaikkan target produksinya setiap bulan sejak Agustus sebesar 400.000 barel per hari (bph) ketika melepaskan rekor pengurangan produksi yang dibuat pada tahun 2020.

Namun, kelompok tersebut menghadapi kendala kapasitas yang menghalangi beberapa anggota untuk berproduksi pada tingkat kuota mereka. (Ant/OL-13)

Baca Juga: IMF: Konflik Rusia-Ukraina akan Membuat Inflasi Tinggi Lebih Lama

Baca Juga

dok.ist

Kementan dan DPR Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian Melawi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:40 WIB
KEMENTAN RI melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya...
Antara/Boyek Lela Martha

Kemendagri: Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama WIjayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:17 WIB
UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
Antara/HO BNBR

Realisasikan Investasi RI-Inggris, Bahlil bakal Bentuk Tim Khusus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:25 WIB
“Saya pikir kita perlu membuat tim khusus untuk merealisasikan kerja sama ini yang akan kita teken saat Konferensi Tingkat Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya