Kamis 20 Januari 2022, 17:44 WIB

Bank Indonesia Benarkan Alami Serangan Siber pada Desember

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Bank Indonesia Benarkan Alami Serangan Siber pada Desember

MI/Panca Syurkani.
Seorang pria melintas di dekat logo Bank Indonesia di Gedung C Bank Indonesia (BI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

 

BANK Indonesia membenarkan ada upaya peretasan ransomware. Serangan siber ini terjadi pada Desember 2021. Bank Indonesia telah melakukan asesmen secara keseluruhan hingga ke kantor cabang.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan setelah terjadi serangan, Bank Indonesia melakukan asesmen kepada ribuan karyawan di seluruh kantor cabang. "Itu menyadarkan kami bahwa cyber crime itu nyata," kata Erwin dalam konferensi virtual, Kamis (20/1).

Erwin menambahkan Bank Indonesia telah melakukan pemulihan, audit, dan mitigasi agar serangan tersebut tidak terulang dengan menjalankan protokol mitigasi gangguan teknologi informasi. Beberapa mitigasi teknologi informasi yang dilakukan Bank Indonesia antara lain menerapkan standar dan pedoman keamanan siber yang lebih ketat dan mengembangkan teknologi serta keamanan siber yang juga lebih kuat.

"Kami juga membangun kerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi insiden selanjutnya," kata Erwin. Dengan langkah-langkah tersebut, Bank Indonesia memastikan operasional Bank Indonesia tidak terganggu dan tetap terkendali, sehingga bisa mendukung kegiatan ekonomi. 

Bank Indonesia juga terus melakukan pengujian kepada infrastruktur untuk memastikan sistem pembayaran secara aman. "Ransomware telah terjadi. Kami sudah mengantisipasi, kami sudah melakukan penanganan, kami sudah melakukan audit dan memastikan tidak ada gangguan apapun dari layanan yang diberikan Bank Indonesia," kata Erwin.

Baca juga: Bank Indonesia Prakirakan Kredit Tumbuh 6%-8% Tahun Ini

Dark Tracer, platform intelijen dark web, menyebut bahwa Bank Indonesia telah menjadi korban peretasan geng ransomware bernama Conti. Ransomware adalah salah satu serangan malware yang menggunakan metode enkripsi untuk menyimpan dan menyembunyikan informasi korban sebagai tahanan. Data baru akan dibuka setelah permintaan peretas dikabulkan oleh korban. "[ALERT] Geng ransomware Conti telah mengumumkan "BANK OF INDONESIA" dalam daftar korbannya," demikian tertulis di laman akun twitter @darktracer_int, Kamis (20/1). (OL-14)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Southgate Residence Beri Keringanan Pembelian Apartemen Bersama Jendela360

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:11 WIB
Kerja sama itu diluncurkan pada Southgate Expo pada 21-29 Mei 2022 di Main Atrium AEON Mall...
Ilustrasi

Transisi Menuju Endemi, Industri Pernikahan Perlahan Mulai Bangkit

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:00 WIB
Kebangkitan industri pernikahan disebutkan oleh Peter mampu memberikan efek domino terhadap perbaikan ekonomi pasca pandemi...
MI/Permana Pandega

Teten : Kopi Jadi Komoditas Unggulan, 96% Perkebunan Dikuasai Petani

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
"Kopi dan rempah adalah komoditas unggulan negara kita yang harus dikelola baik. Harus dikuasai inovasi teknologinya, punya nilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya