Kamis 23 Desember 2021, 07:10 WIB

Dolar AS Turun Tertekan Euro dan Dolar Australia yang Menguat

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dolar AS Turun Tertekan Euro dan Dolar Australia yang Menguat

Ant/Puspa P
Ilustrasi

 

EURO, dolar Australia dan mata uang lainnya pulih terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (23/12), karena para pedagang berubah lebih positif tentang prospek ekonomi, bahkan ketika kasus Omicron meroket dan investor bersiap untuk menghadapi lebih banyak volatilitas.

Selera risiko telah meningkat sejak Senin (20/12/2021), ketika pasar diguncang oleh pembatasan pemerintah-pemerintah terkait dengan penyebaran varian Omicron, dan setelah Senator AS Joe Manchin mengatakan dia tidak akan mendukung paket pengeluaran fiskal baru.

"Dolar melemah karena dorongan penghindaran risiko (risk-off) terus surut," analis Brown Brothers, Harriman mengatakan dalam sebuah laporan pada Rabu (22/12/2021), menambahkan bahwa "kita kemungkinan dalam periode konsolidasi untuk saat ini mengingat kurangnya penggerak baru yang besar."

Dolar merosot 0,19 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya menjadi 96,257.

Namun, indeks dolar tetap mendekati level tertinggi satu setengah tahun di 96,938 yang dicapai pada 24 November, di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve lebih dekat untuk menaikkan suku bunga daripada banyak bank sentral lainnya.

Data pada Rabu (22/12/2021) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS melambat tajam pada kuartal ketiga di tengah meningkatnya infeksi COVID-19, tetapi aktivitas telah meningkat, menempatkan ekonomi di jalur untuk mencatat kinerja terbaiknya tahun ini sejak 1984.

Euro terakhir naik 0,18 persen pada 1,1310 dolar AS. Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko menguat 0,59 persen menjadi 0,7196 dolar AS.

Greenback merosot 0,69 persen terhadap krona Norwegia menjadi 8,8770. Mata uang Norwegia telah diuntungkan dari kenaikan harga minyak dan gas serta memiliki musim yang positif untuk minggu-minggu sekitar Natal.

Sterling terangkat 0,44 persen menjadi 1,3327 dolar AS, meskipun data menunjukkan ekonomi Inggris tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan sebelumnya pada periode Juli-September.

Minggu-minggu di kedua sisi Natal biasanya volatilitas rendah untuk mata uang dan kelas aset lainnya, analis di ING mengatakan, meskipun "tahun ini beberapa kecenderungan musiman akan beragam dengan varian Omicron yang mengancam untuk memaksa pembatasan baru dan pasar masih memproses seminggu penuh keputusan bank-bank sentral utama."

Mata uang lira Turki stabil dan mempertahankan kenaikannya baru-baru ini setelah bergerak seperti rollercoaster, bangkit kembali dari rekor terendah karena langkah baru Presiden Tayyip Erdogan untuk menjaga tabungan warga Turki dari volatilitas.

Di pasar uang kripto, bitcoin melemah 0,14 persen menjadi 48.861 dolar AS. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Dua Hari Melorot, Harga Emas Kembali Menguat Didorong Omikron

 

Baca Juga

dok.ist

Kementan dan DPR Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian Melawi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:40 WIB
KEMENTAN RI melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru berkolaborasi dengan Komisi IV DPR RI terus berupaya...
Antara/Boyek Lela Martha

Kemendagri: Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama WIjayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:17 WIB
UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
Antara/HO BNBR

Realisasikan Investasi RI-Inggris, Bahlil bakal Bentuk Tim Khusus

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 26 Mei 2022, 22:25 WIB
“Saya pikir kita perlu membuat tim khusus untuk merealisasikan kerja sama ini yang akan kita teken saat Konferensi Tingkat Tinggi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya