Kamis 23 Desember 2021, 06:39 WIB

Dua Hari Melorot, Harga Emas Kembali Menguat Didorong Omikron

mediaindonesia.com | Ekonomi
Dua Hari Melorot, Harga Emas Kembali Menguat Didorong Omikron

dok.Antara
Ilustrasi

 

KONTRAK emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (23/12), bangkit dari penurunan dua hari berturut-turut, didorong oleh pelemahan dolar dan berlanjutnya kekhawatiran bahwa varian virus korona Omikron dapat merusak pemulihan ekonomi global.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat 13,5 dolar AS atau 0,75 persen menjadi ditutup pada 1.802,20 dolar AS per ounce. Di pasar spot, emas naik 0,7 persen menjadi diperdagangkan di 1.801,24 dolar AS per ounce pada pukul 18.39 GMT.

Sehari sebelumnya, Selasa (21/12/2021), emas berjangka tergelincir 5,9 dolar AS atau 0,33 persen menjadi 1.788,70 dolar AS, setelah jatuh 10,3 dolar AS atau 0,57 persen menjadi 1.794,60 dolar AS pada Senin (20/12/2021), dan menguat 6,7 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.804,90 dolar AS pada Jumat (18/12/2021).

Meskipun para analis mengecilkan dampak potensial Omikron, lebih banyak negara mengumumkan pembatasan untuk mengurangi penyebaran varian tersebut sehingga agak mengurangi selera investor terhadap aset-aset berisiko.

Ada beberapa minat beli dari sedikit kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar, kata Jim Wyckoff, seorang analis senior di Kitco Metals, yang mengaitkan kenaikan tersebut dengan “corrective bounce".

Sementara ketakutan Omikron mungkin telah berjalan dengan sendirinya di pasar, itu masih positif untuk emas karena akan memungkinkan para pedagang untuk fokus pada hal-hal lain seperti kenaikan inflasi dan kebijakan moneter yang lebih jelas dari Federal Reserve, kata Wyckoff.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya beringsut lebih rendah, meningkatkan daya tarik emas bagi pembeli yang memegang mata uang lain, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga berkurang.

Investor juga mempelajari data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat tajam pada kuartal ketiga di tengah meningkatnya infeksi COVID-19, meskipun aktivitas telah meningkat, menempatkan ekonomi di jalur untuk mencatat kinerja terbaiknya tahun ini sejak 1984.

Tetapi "dengan volume perdagangan tipis dan pemain utama menjauh menjelang tahun ini, pasar emas diperkirakan akan berombak," kata analis Phillip Futures, Avtar Sandu dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 29 sen atau 1,29 persen, menjadi ditutup pada 22,819 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 40,6 dolar AS atau 4,38 persen, menjadi ditutup pada 968,4 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pertamina Hulu Mahakam Kelola Migas dengan Perlengkapan Buatan Dalam Negeri 

Baca Juga

Ist/DPR

DPR Harap Bendungan Mujur Terintegrasi dengan Mandalika

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 12:53 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Mulyadi mengatakan masyarakat Lombok tengah berharap pembangunan bendungan mujur harus segera terealisasi dan...
Ist

B20 Dukung Inklusi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM dan Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 12:44 WIB
Kadin Indonesia yang menjadi penyelenggara B20 Indonesia menjadikan isu inklusi keuangan dan pembiayaan UMKM sebagai pilar utama...
ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

DPR Minta Pertamina Sosialisasikan Aturan Pendaftaran Penerima BBM Subsidi  Secara Masif

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 03 Juli 2022, 12:38 WIB
"Saya minta agar ada sosialisasi yang masif dan penerapannya secara bertahap sehingga memberikan kesempatan bagi para konsumen untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya