Selasa 14 Desember 2021, 22:06 WIB

Airlangga: OSS Diapresiasi Lembaga Internasional 

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Airlangga: OSS Diapresiasi Lembaga Internasional 

Antara/Hafiz Mubarak A
mENKO pEREKONOMIAN aIRLANGGA hARTARTO

 

UNDANG-Undang Nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja merupakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan agenda reformasi struktural, deregulasi, dan debrikoratisasi, yang pada akhirnya dapat mempercepat perluasan lapangan kerja bagi masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika memberikan keynote speech dalam acara Bincang Stranas PK: OSS yang bertajuk Inikah Jawaban Pencegahan Korupsi dalam Perizinan Berusaha yang dikutip dari siaran pers, Selasa (14/12). 

"Ada tiga hal yang diberi apresiasi oleh masyarakat dan lembaga internasional dalam Indonesia menangani covid-19 yaitu terkait dengan kebijakan fiskal, kebijakan moneter, reformasi struktural. Salah satunya adalah melalui UU Cipta Kerja dan Online Single Submission (OSS)," ujarnya. 

Pada saat UU Cipta Kerja disusun, regulasi mengalami obesitas dengan jumlah sebanyak 43.604 peraturan yang terdiri dari peraturan tingkat pusat dan peraturan tingkat daerah. Obesitas regulasi tersebut menyebabkan inefisiensi birokrasi yang menjadi faktor utama masalah dalam berusaha di Indonesia, sebagaimana hasil survey World Economic Forum (WEF) Executive Opinion Survey tahun 2017. 

Pemerintah bersama dengan stakeholder terkait perlu mengimplementasikan atau mengoperasionalisasikan UU Cipta Kerja yang telah mengubah secara fundamental konsepsi perizinan berusaha yang semula berbasiskan izin (license approach) ke berbasis risiko (risk based approach) dengan pengawasan yang konsisten oleh Pemerintah. 

Operasionalisasi UU Cipta Kerja tetap sejalan dengan Putusan Mahkamah Konsititusi Nomor Nomor 91/PUU-XVIII/2020 yang menyatakan bahwa UU Cipta Kerja masih tetap berlaku. Dengan demikian, seluruh materi dan substansi serta peraturan pelaksanaan Cipta Kerja masih tetap berlaku baik di pusat maupun di daerah, termasuk operasionalisasi perizinan berusaha yang pelakanaannya telah diatur dalam PP Nomor 5/2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dan PP Nomor 6/2021 Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah. 

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Ajak Perusahaan Bantu Lindungi Pekerja Rentan

Dalam PP 5/2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko memberikan kemudahan perizinan berusaha untuk setidaknya 1.349 kegiatan usaha. Setiap kegiatan usaha tersebut dilakukan analisa risiko dengan mengacu pada risiko kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan serta mempertimbangkan besaran dari skala usaha, sehingga menghasilkan sejumlah 2.165 tingkat risiko. 

Dari 2.165 tingkat risiko tersebut, tercatat risiko rendah sebanyak 32.3%, risiko menengah rendah sebanyak 19,8%, sedangkan risiko menengah tinggi sejumlah 26,8%, dan risiko tinggi sebanyak 21,1%. Secara agregat, risiko rendah dan menengah rendah merupakan mayoritas 52,1%, yang pada umumnya berada pada kegiatan usaha yang diminati oleh UMKM dan relatif lebih cepat untuk operasionalisasi usaha karena cukup hanya mendaftar NIB dan/atau self-declare untuk memenuhi standar-standar di kemudian hari. 

Pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah 1.211 Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) yang secara berkala dan berkelanjutan akan terus dilakukan penyederhanaan. 

"Kementerian Investasi/BKPM dapat terus mendorong seluruh perizinan yang sifatnya online," kata Airlangga. 

Adapun pelaksanaan PP Nomor 6/2021 adalah untuk memastikan agar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Teknis lainnya dapat melayani pengajuan perizinan berusaha berbasis risiko melalui sistem OSS secara cepat, sederhana, dan pasti. 

"Pemerintah mencatat bahwa beberapa hal yang diperlukan antara lain penyempurnaan sistem terus- menerus yang berbasis komunikasi dengan seluruh stakeholder, dan juga kita melihat bahwa proses yang cepat, sederhana, pasti, hal ini akan mendorong kepastian di bidang investasi," pungkas Airlangga. (OL-7)

Baca Juga

Ist/Bank bjb

Launching New Experience DIGI by Bank bjb Menuju Superapps

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 11:22 WIB
DIGI by bank bjb memiliki fitur-fitur unggulan terbaru yang akan memanjakan nasabah karena mudah untuk...
DOK Sinar Mas Land.

Beri Insentif untuk Akselerasi Pemberdayaan Energi Baru dan Terbarukan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 11:12 WIB
Elektrifikasi, pembangkitan berbasis energi terbarukan, dan efisiensi energi merupakan pilar utama transisi...
MI/Palce Amalo

Kadin NTT Indonesia Bahas Peluang Investasi dengan CCI Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:50 WIB
KADIN Nusa Tenggara Timur, RI dan CCI Timor Leste membahas peluang investasi yang bisa direalasisikan yang saling...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya