Selasa 23 November 2021, 17:59 WIB

OJK Siap Perpanjang Kebijakan Stimulus IKNB

Gana Buana | Ekonomi
OJK Siap Perpanjang Kebijakan Stimulus IKNB

DOK OJK.
Riswinandi.

 

OJK tengah menyiapkan lanjutan kebijakan countercyclical khusus untuk lembaga jasa keuangan nonbank ­sebagai langkah untuk mengantisipasi potensi risiko ketidakpastian dari perkembangan pandemi Covid 19.

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Riswinandi menyampaikan, pihaknya berharap pemulihan ekonomi yang terasa pada periode akhir 2021 ini terus berlanjut. Meski masyakarat tetap harus mewaspadai akan potensi ketidak­pastian dari dampak covid-19 seperti yang terjadi di beberapa negara di benua Eropa.

“Kami berharap agar pelaku sektor IKNB terus menyosialisasikan ke karyawan dan nasabah agar senantiasa patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Penting untuk menekan risiko pandemi gelombang ketiga yang memaksa pemerintah untuk menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat lagi. Tentu hal ini akan berdampak negatif bagi pelaku dalam perekonomian nasional,” ungkap Riswinandi dalam seminar virtual ke-63 Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) ‘Indonesia Financial Sector Outlook (IFSO) 2022’, kemarin.

Riswinandi mengatakan, dari perspektif regulator, pihaknya telah menyiapkan langkah demi menekan potensi ketidakpastian akibat dampak pandemi covid-19. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal ini telah menyiapkan perpanjangan ketentuan countercyclical khusus untuk lembaga jasa keuangan nonbank. Bahkan, rencananya akan diberlakukan sampai dengan periode April 2023.

“Saat ini masih finalisasi masih diskusi dengan Kemenkum dan HAM (Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia), kalau tidak ada halangan segera diterbikan,” kata dia.

Baca juga: Aset Merger Pelindo Rp112 Triliun, Erick Ingatkan soal Korupsi

Adapun beberapa hal yang diatur di dalam lanjutan kebijakan countercyclical untuk sektor IKNB yakni meliputi pertama, pelaksanaan penilaian kemampuan dan kepatutan yang lebih fleksibel dan disesuaikan dengan penerapan status PPKM. Kedua, relaksasi persyaratan pem­biayaan modal kerja dengan fasilitas modal usa­ha, termasuk di antaranya bagi pelaku UMKM.

Sementara itu ketiga, restrukturisasi pinjaman yang disalurkan melalui platform fintech peer-to-peer lending. Keempat, relaksasi terkait ketentuan pelaksanaan valuasi aktuaria oleh dana pensiun pemberi kerja.

Seperti diberitakan, kebijakan stimulus yang dikeluarkan OJK sejak awal 2020 telah berhasil menjaga dan mendorong sektor IKNB tetap tumbuh positif di tengah kondisi krisis ekonomi dampak pandemi covid-19. Pertumbuhan aset pelaku sektor IKNB, tumbuh secara year on year (yoy) sebesar 9,38%. Dari September 2020 yang tercatat sebesar Rp2.509 triliun meningkat menjadi Rp2.759 triliun di September 2021. (Gan/S2-25)

Baca Juga

Ist

Seknas Jokowi Apresiasi PT Indofarma Sebagai BUMN Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:28 WIB
Penghargaan tersebut juga, kata Monisyah, sebagai bentuk pengakuan akan kinerja positif yang dihasilkan Indofarma di masa pandemi...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ini Delapan Ciri-ciri Pinjaman Online Ilegal

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 10:10 WIB
Ciri-ciri pinjaman online ilegal yang patut dipahami seluruh masyarakat Indonesia adalah sebagai...
Ant/ndrianto Eko Suwarso

Apindo Minta Perbaikan UU Cipta Kerja Secepatnya Demi Kebaikan Bersama

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 01 Desember 2021, 07:40 WIB
PEMERINTAH dan DPR diminta menyelesaikan perbaikan Undang Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja sesegera...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya