Selasa 23 November 2021, 15:03 WIB

Presiden Akui Produksi Jagung Nasional belum Cukup

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Presiden Akui Produksi Jagung Nasional belum Cukup

DOK Pemprov Sulsel.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan mesin pengolahan benih jagung.

 

PRESIDEN Joko Widodo mengakui produksi jagung di Tanah Air masih jauh dari angka kebutuhan. Ia pun berharap upaya intensifikasi berupa pembekalan dan penguatan manajemen tanam dapat menjadi solusi dari persoalan tersebut.

"Produksi jagung secara nasional memang masih kurang. Kami mengharapkan dengan semakin banyak petani yang menanam jagung, kekurangan stok secara nasional dapat segera kita tutup dan tidak usah impor lagi," ujar Jokowi usai menanam jagung bersama para petani di Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selasa (23/11).

Kementerian Pertanian mengaku telah memberikan bekal berupa benih unggul dan alat mesin pertanian kepada para petani di Jeneponto. Harapannya, bekal tersebut dapat mendongkrak produksi jagung di kawasan yang merupakan salah satu daerah penghasil utama. "Kami mengharapkan dari setiap hektare nanti akan muncul hasil 6 sampai 7 ton dan di seluruh Sulawesi Selatan kami mengharapkan juga akan keluar produksi 1,8 juta ton," ucap Jokowi.

Selain upaya intensifikasi, pemerintah juga berupaya mengangkat produksi jagung melalui skema intensifikasi atau perluasan lahan. Kementerian Pertanian mengaku telah menyiapkan rencana untuk mengekspansi lahan 1.000 ha tersebut menjadi 30.000 ha dalam beberapa tahun ke depan.

Jokowi berharap, dengan produksi yang semakin besar, problema jagung di Tanah Air dapat segera berakhir. Tidak akan ada lagi masalah seperti jagung yang langka sehingga harga melambung tinggi dan membuat industri pakan dan pangan ketar-ketir.

Baca juga: Menkeu: Serapan Anggaran Pemda Rendah, Pemulihan Terhambat

"Untuk harga, sekarang memang sangat baik untuk petani. Tadi saya tanya, per kilogram mencapai Rp4.000. Tetapi kalau terlalu tinggi, yang senang hanya petani. Di sisi lain para peternak akan mengeluh karena harga pakan menjadi tinggi. Ini memang dua hal yang harus bisa seimbang, petani untung, peternak juga harus untung. Keseimbangan ini bisa tercapai kalau produksi secara nasional tercukupi," tandasnya. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, PStore Komit Penuhi Kepuasan Konsumen

👤Widhoroso 🕔Senin 06 Desember 2021, 00:30 WIB
KENYAMANAN konsumen menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi setiap perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam...
DOK Pribadi.

Merek Lokal Queensland Luncurkan Koleksi Terbaru

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:09 WIB
Koleksi tersebut dapat ditemukan dan dibeli di toko offline yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan tersedia pada online store yang...
Dok. Nippon Paint

Ekspansi Bisnis ke sektor Konstruksi, Nippon Paint Akuisisi Selleys dan Vital Technical

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 05 Desember 2021, 22:10 WIB
akuisisi itu didasari potensi pasar retail SAFL dapat mencapai Rp6 Triliun per tahun berdasarkan penelitian pasar yang dilakukan secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya