Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar pasar saham naik pada Senin (15/11). Saat ini investor menunggu perkembangan inflasi dalam minggu ini dari zona euro dan Inggris setelah melonjaknya angka dari Amerika Serikat dan Tiongkok.
Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping dari Tiongkok berbicara pada Senin di pertemuan puncak virtual yang bertujuan meredakan beberapa ketegangan yang telah terbangun di Taiwan dan sejumlah masalah lain. Akan tetapi kedua belah pihak mengisyaratkan sedikit keinginan untuk berkompromi.
Pasar ekuitas Eropa dan Asia sebagian besar menikmati keuntungan pada hari ini setelah hasil praakhir pekan yang baik di Wall Street. Meskipun demikian, ada kekhawatiran inflasi global setelah berita minggu lalu tentang lonjakan harga di dua ekonomi terbesar dunia itu.
Sementara optimisme tentang pemulihan ekonomi global tetap utuh, kenaikan harga barang pada tingkat yang tidak terlihat selama beberapa dekade membuat para pelaku trading semakin khawatir bahwa bank sentral harus memperketat kebijakan moneter lebih cepat dan lebih tajam dari yang diperkirakan sebelumnya. "Menyusul pukulan dari AS pekan lalu, para pelaku trading tidak gembira dengan data inflasi Eropa," kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote.
Data terpisah dari Amerika Serikat pekan lalu yang menunjukkan sentimen konsumen pada level terendah 10 tahun menunjukkan bahwa masalah ini lebih dirasakan oleh masyarakat. Ini memberi tekanan pada Federal Reserve untuk turun tangan. Namun, untuk saat ini para pejabat berpegang teguh pada pandangan mereka bahwa lonjakan inflasi akan bersifat sementara dan mereda ketika masalah rantai pasokan diselesaikan.
Pasar saham Tokyo menikmati hasil yang kuat pada Senin. Ini mengabaikan berita bahwa ekonomi Jepang mengalami kontraksi lebih dari perkiraan pada kuartal ketiga.
Ada sedikit reaksi awal terhadap data yang menunjukkan penjualan ritel Tiongkok tumbuh jauh lebih dari yang diharapkan pada Oktober. Namun para pelaku trading khawatir tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok karena penguncian yang diberlakukan untuk memerangi wabah virus baru.
Baca juga: PLTA Saguling dan Rajamandala Penopang Kelistrikan Jawa-Bali
Itu membuat bank sentral negara itu pusing karena harus mencoba untuk memelihara pemulihan dan menjaga inflasi yang kini mencapai level tertinggi sejak pertengahan 1990-an. Bursa saham baru yang berfokus pada perusahaan skala kecil mulai diperdagangkan di Beijing pada Senin, karena Tiongkok menindak keras raksasa teknologi domestik. (AFP/OL-14)
Wall Street bereaksi keras atas ancaman terhadap independensi The Fed. Emas cetak rekor tertinggi saat investor mulai meragukan kredibilitas ekonomi AS.
IHSG dibuka hijau ke level 8.959 pada Rabu (7/1/2026). Penguatan didorong reli Wall Street dan progres dagang RI-AS. Simak rinciannya.
Indeks Dow Jones cetak rekor tertinggi sepanjang masa di tengah sentimen penangkapan Nicolás Maduro. Sektor energi dan finansial pimpin reli bursa Amerika Serikat.
Wall Street terguncang setelah Trump umumkan tarif baru hingga 40% terhadap 14 negara. Saham otomotif dan teknologi Jepang-Korea anjlok.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada Minggu (25/5), mengungkapkan bahwa dirinya menyetujui untuk menunda rencana penerapan tarif impor 50% untuk Uni Eropa (UE).
KETIKA pengumuman tarif timbal balik Trump menimbulkan gelombang kejut di Wall Street, orang-orang terkaya di dunia kehilangan kekayaan bersih miliaran dolar hampir dalam semalam.
Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (Propami) menyatakan dukungan terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan keyakinannya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali menguat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (2/2/2026) dengan pergerakan di zona merah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diproyeksi masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (2/2). Sentimen utama tentunya berasal dari faktor domestik.
Danantara diketahui sudah mulai masuk ke pasar modal Indonesia sejak akhir Desember 2025 melalui manajer investasi yang ditunjuk.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan, lanjut Jeffrey, adalah peningkatan keterbukaan informasi (disclosure) oleh seluruh Self Regulatory Organization (SRO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved