Senin 15 November 2021, 20:25 WIB

Pasar Saham Dunia Naik Tunggu Lebih Banyak Data Inflasi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pasar Saham Dunia Naik Tunggu Lebih Banyak Data Inflasi

AFP/Spencer Platt.
Orang-orang berjalan di sepanjang Wall Street di luar New York Stock Exchange (NYSE).

 

SEBAGIAN besar pasar saham naik pada Senin (15/11). Saat ini investor menunggu perkembangan inflasi dalam minggu ini dari zona euro dan Inggris setelah melonjaknya angka dari Amerika Serikat dan Tiongkok.

Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping dari Tiongkok berbicara pada Senin di pertemuan puncak virtual yang bertujuan meredakan beberapa ketegangan yang telah terbangun di Taiwan dan sejumlah masalah lain. Akan tetapi kedua belah pihak mengisyaratkan sedikit keinginan untuk berkompromi.

Pasar ekuitas Eropa dan Asia sebagian besar menikmati keuntungan pada hari ini setelah hasil praakhir pekan yang baik di Wall Street. Meskipun demikian, ada kekhawatiran inflasi global setelah berita minggu lalu tentang lonjakan harga di dua ekonomi terbesar dunia itu.

Sementara optimisme tentang pemulihan ekonomi global tetap utuh, kenaikan harga barang pada tingkat yang tidak terlihat selama beberapa dekade membuat para pelaku trading semakin khawatir bahwa bank sentral harus memperketat kebijakan moneter lebih cepat dan lebih tajam dari yang diperkirakan sebelumnya. "Menyusul pukulan dari AS pekan lalu, para pelaku trading tidak gembira dengan data inflasi Eropa," kata Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote.

Data terpisah dari Amerika Serikat pekan lalu yang menunjukkan sentimen konsumen pada level terendah 10 tahun menunjukkan bahwa masalah ini lebih dirasakan oleh masyarakat. Ini memberi tekanan pada Federal Reserve untuk turun tangan. Namun, untuk saat ini para pejabat berpegang teguh pada pandangan mereka bahwa lonjakan inflasi akan bersifat sementara dan mereda ketika masalah rantai pasokan diselesaikan.

Pasar saham Tokyo menikmati hasil yang kuat pada Senin. Ini mengabaikan berita bahwa ekonomi Jepang mengalami kontraksi lebih dari perkiraan pada kuartal ketiga.

Ada sedikit reaksi awal terhadap data yang menunjukkan penjualan ritel Tiongkok tumbuh jauh lebih dari yang diharapkan pada Oktober. Namun para pelaku trading khawatir tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi Tiongkok karena penguncian yang diberlakukan untuk memerangi wabah virus baru.

Baca juga: PLTA Saguling dan Rajamandala Penopang Kelistrikan Jawa-Bali

Itu membuat bank sentral negara itu pusing karena harus mencoba untuk memelihara pemulihan dan menjaga inflasi yang kini mencapai level tertinggi sejak pertengahan 1990-an. Bursa saham baru yang berfokus pada perusahaan skala kecil mulai diperdagangkan di Beijing pada Senin, karena Tiongkok menindak keras raksasa teknologi domestik. (AFP/OL-14)

Baca Juga

DOK MI

Wamendag: Pasar Rakyat, Penggerak Roda Perekonomian Rakyat

👤Fetry Wuryasti 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:35 WIB
tiga tugas utama Kementerian Perdagangan terkait ketahanan pangan, keseimbangan neraca perdagangan, dan pembangunan/revitalisasi pasar...
Dok. PT Taspen

Erick Rombak Susunan Direksi PT Taspen 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:31 WIB
Sementara itu, Rena Latsmi Puri sebagai Direktur Keuangan menggantikan Patar Sitanggang, Ariyandi sebagai Direktur...
Dok. Pribadi

Teken MoU, Riyadh Group Indonesia Kembangkan The Grand Mangkuputra Arcade Cilegon Seluas 4,5 Hektar 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 22:28 WIB
Lewat kesepahaman ini, nanti Riyadh Group Indonesia akan mengelola dan mengembangkan Hotel The Grand Mangkuputra Arcade...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya