Jumat 12 November 2021, 07:48 WIB

Kementan Gandeng Gubernur se-Indonesia Antisipasi Dampak La Nina

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Gandeng Gubernur se-Indonesia Antisipasi Dampak La Nina

Ist/Kementan
Area persawahan tergenang air akibat dari dampak La Nina.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) menggandeng gubernur se-Indonesia untuk bekerja sama mengantisipasi dampak La Nina sebagaimana diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang akan berdampak bagi sektor pertanian.

Melalui surat Nomor 167/SR.410/M/10/2021 tanggal 11 Oktober 2021 prihal Mitigasi Banjir dan Kekeringan Tahun 2021, Kementan meminta gubernur ikut terjun langsung mengantisipasi dampak yang akan terjadi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keterlibatan gubernur dalam upaya menangani dampak La Nina sebagai masukan strategi dalam mengantisipasi fenomena La Nina yang berakibat meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia dan menyebabkan musim hujan terjadi lebih lama.


"Kita tidak mau pertanian terganggu. Dalam situasi dan kondisi apapun, sektor pertanian harus terus berjalan. Maka, kita harus menyiapkan sejumlah langkah antisipasi," kata Mentan.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil, menerangkan, ada enam langkah yang bisa dilakukan dalam rangka mitigasi dampak La Nina bagi sektor pertanian. 

Pertama, memetakan daerah rawan banjir dan kekeringan, serta membangun sistem peringatan dini (early warning system) melalui pemantauan kondisi iklim harian yang bersumber dari data BMKG.

"Kedua, lakukan percepatan tanam untuk daerah dengan puncak genangan di bulan Desember 2021 dengan mengerahkan brigade tanam dan prasarana pendukung seperti traktor, pupuk, benih dan lainnya," terang Ali.

Ketiga, melakukan normalisasi saluran dan pembangunan tanggul penahan air. Keempat, menggunakan benih varietas tahan genang­an seperti lnpara 1-10, Inpari 29, lnpari 30, Ciherang, dan varietas lainnya. "Kelima, mendorong petani untuk mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)," lanjutnya.

Terakhir, untuk lokasi yang saat ini masih memasuki musim  kemarau, Ali menyebut ada tiga langkah antisipasi yang harus dilakukan. Pertama, melakukan pengawalan giliran pembagian air dan penghematan pemanfaatannya. Kedua, mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber air permukaan dan air tanah yang ada sebagai suplesi irigasi pada lahan sawah yang terdampak kekeringan. 

"Terakhir, memanfaatkan pompa-pompa air, embung, dam parit, long storage, dan lainnya," papar dia.
Dengan langkah tersebut, Ali menyebut Kementan dalam strategi mengantisipasi badai La Nina tetap memperhatikan pula daerah-daerah yang masih mengalami ke­keringan.

"Kami fokus pada masalah banjir dan Kekeringan agar target kita tentang swasembada pangan tetap berjalan dan pada saat yang sama, produktivitas pertanian juga tetap terjaga," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto, meng­ungkapkan, irigasi pertanian diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani. Tidak hanya untuk sektor tanaman pangan, tetapi juga untuk sektor hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

"Air adalah faktor teknis bagi terungkitnya produktivitas pertanian. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga meningkat," ujar Rahmanto. (RO/S2-25)

Baca Juga

DOK situs web State Street.

Jelang Akhir Tahun, TECH Masuk ETF State Street

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 22:07 WIB
Saham PT IndoSterling Technomedia (TECH) berhasil masuk dalam Exchange Trade Fund (ETF) atau paket saham yang dikelola manajemen investasi...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Suharso Monoarfa Mendapat Tugas Baru dari Presiden

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 21:35 WIB
Presiden Jokowi menunjuk Kepala Bappenas Suharso Monoarfa sebagai koordinator pelaksana pada Dewan Pengarah Nasional untuk pencapaian...
Antara

Mendag: Presiden Setuju Kucurkan Rp100 Triliun untuk Serap Produk Petani

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 25 September 2022, 21:23 WIB
Menurut Zulhas, sapaan karib Zulkifli Hasan, usulan itu dapat mendorong peningkatan kesejahteraan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya