Rabu 10 November 2021, 20:46 WIB

Dua Pahlawan Masa Kini Buka Kesempatan Kerja Ratusan Orang

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Dua Pahlawan Masa Kini Buka Kesempatan Kerja Ratusan Orang

DOK Pribadi.
Karyawan Geoffmax.

 

PADA peringatan Hari Pahlawan 10 November yang tahun ini kembali berlangsung di tengah pandemi covid-19, ada kisah dua pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). Keduanya dianggap menjadi pahlawan bagi perekonomian negeri yakni Muhammad Shidiq, 31, dan M Dandi Sepsaditri, 32, melalui bisnis kuliner dan sepatu mereka.

Keduanya memilih teknologi digital untuk terus berkembang dan kini bisa menjadi sumber pendapatan bagi ratusan karyawan sekaligus ikut memberdayakan komunitas sekitar seperti penjual dan perajin lokal. Muhammad Shidiq bersaha dua sahabatnya mendirikan label sepatu Geoffmax pada 2012 dengan mengusung konsep old school sebagai ciri khas produknya. Usaha ini berawal dari perasaan miris melihat banyak anak muda yang lebih senang membeli produk luar bahkan sampai membeli replikanya.

"Bisnis Geoffmax kami mulai dari toko kecil di Bandung dan sekarang meluas ke berbagai daerah di Jabodetabek. Setelah beberapa tahun, kami melihat belanja online semakin trending dan akhirnya mulai berjualan di media sosial dan sekarang di e-commerce Shopee. Selama pandemi jadi tumpuan banget, bahkan 80% pesanan sekarang juga dari Shopee," kata Shidiq.

Bisnis Geoffmax pun tidak hanya dikembangkan di daerah Bandung. Mereka berkolaborasi dengan brand-brand lokal lain di luar Bandung seperti Malang, Batu, Bogor, Banjarbaru, Bali, dan wilayah lain. Kemudian, bersama Shopee, Geoffmax mencapai salah satu cita-citanya untuk menjual produknya ke luar negeri. "Enggak menyangka juga sekarang bisa ekspor ke Malaysia, Singapura dan Filipina. Setiap bulan, ada ratusan produk yang sudah bisa kami ekspor. Jualan ke luar negeri segampang jualan di Indonesia. Ini dibantu sama Shopee semua," tutur Shidiq.

Bisnis Shidiq kini tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga komunitas sekitarnya. Dia mengaku bersyukur karena berkat digitalisasi bisnis, usaha dia dan rekan-rekannya bisa berkembang. Dia awalnya hanya memiliki enam karyawan. Setelah berjalan selama sembilan tahun, saat ini ia memiliki 150 karyawan. Bukan hanya di kantor, komunitas sekitar tempat usaha juga diberdayakan melalui pabrik kecil Geoffmax yang menyerap ratusan karyawan dari masyarakat lokal.

Untuk produk Geoffmax sendiri, Shidiq mengambil bahan dari penjual kain lokal dan penjahit di sekitaran tempat produksi Geoffmax. Menurut Shidiq, karyawan yang dia terima berasal dari berbagai macam daerah dan latar belakang mulai dari anak yang putus sekolah hingga yang tidak lulus SMA. Dia percaya semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk bekerja terlepas dari apapun latar belakangnya, jika memang memiliki etos kerja baik.

Beranjak dari kisah Shidiq dan usahanya, ada M Dandi Sepsaditri dengan usaha Baso Aci Akang. Dia berkisah berdirinya Baso Aci Akang didasari kecintaannya pada hidangan bakso dan pengalamannya menyantap bakso aci kemasan di Garut pada 2015. Saat itu, muncul ide untuk membangun bisnis menjual bakso aci yang kala itu belum menjamur. "Saya memberanikan diri untuk pindah ke Tangerang dan akhirnya mendirikan bisnis Baso Aci Akang pada 2018 bermodalkan uang sebesar Rp8 juta, gerobak pinjaman dari tetangga, dan tempat sewaan di dalam kompleks perumahan yang kurang strategis," kenang Founder & CEO Akang Group itu.

Di tengah perkembangan bisnisnya yang pesat, Dandi dan Baso Aci Akang dihadapkan dengan pandemi covid-19 pada 2020 yang membawa dampak signifikan terhadap omzet usahanya. "Mengadopsi layanan pembayaran digital ShopeePay menjadi salah satu upaya yang dilakukan Dandi untuk bangkit. Berbagai kampanye dan promo menarik yang dihadirkan ShopeePay mampu membantu mendorong jumlah transaksi pelanggan sehingga meningkatkan pendapatan Baso Aci Akang di tengah situasi pandemi," kata Dandi.

Selama tiga tahun beroperasi, Baso Aci Akang kini telah berhasil memiliki 108 gerai yang tersebar di Lampung, Jawa, dan Bali. Tanpa disangka-sangka, bisnis yang berawal dari modal minim dan gerobak pinjaman ini berhasil membawa Dandi untuk membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 600 karyawannya. Selain memberikan kesempatan kerja bagi banyak orang, Baso Aci Akang mencoba untuk memberdayakan UMKM lokal di sekitarnya dengan cara menjadikan UMKM tersebut sebagai pemasok tetap bahan baku dari berbagai menu hidangan Baso Aci Akang.

Baca juga: Kontribusi Rp2,7 Triliun ke Negara, Bukti Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Baik 

"Buat saya, UMKM lokal ialah pahlawan yang secara tidak langsung berjuang dalam menjaga perekonomian Indonesia. Bangga banget," tutur Dandi. Ke depan melalui Baso Aci Akang, dia berencana membuka semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia dan memberikan manfaat bagi karyawan-karyawannya dengan memberikan akses untuk mendapatkan nafkah yang cukup serta pendidikan yang layak. (RO/OL-14)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Kadin NTT Indonesia Bahas Peluang Investasi dengan CCI Timor Leste

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:50 WIB
KADIN Nusa Tenggara Timur, RI dan CCI Timor Leste membahas peluang investasi yang bisa direalasisikan yang saling...
dok.pribadi

Jaro Ade Apresiasi Pemerintah, Masyarakat Boleh Mudik

👤mediaidonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:40 WIB
ADANYA pergerakan pemudik kedesa tentu memberikan stimulan ekonomi dan membantu menghidupkan geliat usaha kecil dan menengah didesa...
dok.Ant

Garuda Mendapat Perpanjangan PKPU Terakhir hingga 20 Juni

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 10:15 WIB
MASKAPAI Garuda Indonesia merespons positif putusan perpanjangan terakhir tahapan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) hingga 20...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya