Rabu 03 November 2021, 05:00 WIB

Realisasi Investasi Jadi Angin Segar Kepercayaan Investor Asing

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Realisasi Investasi Jadi Angin Segar Kepercayaan Investor Asing

MI/Susanto
Khofifah Indar Parawansa

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan capaian kinerja realisasi investasi triwulan III 2021 yang mencatatkan angka pertumbuhan hingga Rp18 triliun memberikan "angin segar" bagi tingkat kepercayaan investor asing menanamkan modalnya.

"Kinerja investasi ini harus banyak disyukuri karena Indonesia belum lepas dari situasi sulit akibat pandemi COVID-19," ujarnya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, tertanggal 27 Oktober 2021, realisasi investasi terdiri dari PMA sebesar Rp5,4 triliun dan PMDN sebesar Rp12,5 triliun.

"Capaian ini meningkat 15,6 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sementara secara nasional investasi tumbuh 3,7 persen. Kontribusi Jatim terhadap realisasi investasi nasional di triwulan ke-3 ini sebesar 8,3 persen," ucapnya.

Ia memaparkan, pada kuartal III ini investasi asing di Jatim mengalami pertumbuhan positif sebesar 41,4 persen (q-to-q).

Secara akumulatif sejak Januari hingga September,Jatim mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp52,7 triliun.

Capaian tersebut mendudukkan Jatim di posisi ketiga setelah Jawa Barat (Rp107,2 triliun) dan DKI Jakarta (Rp72,5 triliun).

Sementara, kinerja investasi Jatim di periode ini masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan nilai Rp36,4 triliun yang didominasi sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan kontribusi sebesar 52,6 persen.

Sebagai catatan, PT Mitrakarya Multiguna merealisasikan investasi sebesar Rp1,4 triliun di Kota Surabaya.

Sedangkan, PMA memberikan kontribusi sebesar Rp16,3 triliun yang didominasi sektor pertambangan dengan kontribusi 26,4 persen. PT Freeport Indonesia merealisasikan investasi (USA) sebesar Rp1,4 triliun di Kabupaten Gresik.

Pada periode ini, investasi Jatim didominasi sektor industri makanan dengan nilai Rp10,5 triliun, setara dengan 19,9 persen dari total investasi Jatim.

Gubernur Khofifah meminta pemerintah kabupaten/kota untuk terus melakukan berbagai inovasi agar layanan perizinan yang diberikan semakin adaptable atau mudah beradaptasi.

Di sisi lain, berdasarkan riset "Asia Competitiveness Institute – Lee Kuan Yew" tahun 2019, menunjukkan hasil Jatim berada pada peringkat pertama dalam hal tingkat kemudahan berbisnis di Indonesia, dan kedua setelah DKI Jakarta pada parameter tingkat daya saing provinsi.

"Kami berharap dengan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif yang dimiliki satu kuartal ke depan kinerja realisasi investasi di Jatim Insha Allah semakin meningkat," tutur dia.

"Saya optimistis bisa tercapai seiring situasi pandemi covid-19 di Jatim semakin terkendali. Pun dengan jumlah penduduk yang telah divaksinasi," tambah Khofifah. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Antara

Sandiaga Optimistis Kunjungan Turis dari Asia Selatan akan Melonjak

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 20 Mei 2022, 11:02 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimistis jumlah kunjungan wisatawan dari Asia Selatan ke...
AFP/Daniel Slim

The Fed Masih Terus Mencari Cara Kendalikan Inflasi

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:55 WIB
Muncul gagasan bagi Bank Sentral AS The Fed untuk meningkatkan target inflasi AS, dari sebelumnya di 2%. Dengan menaikkan target inflasi,...
DOK BNI

Tingkatkan Investasi Desa, BNI Optimalkan BUMDes

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 20 Mei 2022, 10:44 WIB
Adi Sulistyowati menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan terobosan transformasi dalam pengembangan dan peningkatan ekonomi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya