Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal III-2021 dan konsisten membukukan kenaikan laba triple digit Year on Year (YoY).
Pada laporan keuangan per 30 September 2021, BEBS mencatatkan laba bersih sebesar Rp75,04 miliar atau naik 350% dibanding 30 September 2020 sebesar Rp16,66 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), BEBS mencatatkan pendapatan sebesar Rp334 miliar atau naik 255% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp94 miliar. Adapun pendapatan Perseroan terdiri dari penjualan material dan ready mix.
BEBS juga mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal III-2021 menjadi Rp232,22 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp66,16 miliar.
Laba kotor naik menjadi Rp102,38 miliar dari sebelumnya Rp27,84 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp5,2 miliar dari sebelumnya Rp4,8 miliar. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp951 juta dari sebelumnya Rp1,65 miliar.
BEBS juga mencatatkan laba usaha yang mengalami peningkatan. Laba usaha BEBS meningkat dari Rp21,3 miliar di September 2020 menjadi Rp96,1 miliar di September 2021.
Baca juga : Tingkat Inflasi 2021 Diperkirakan tetap Rendah
BEBS mencatatkan total aset naik menjadi Rp814 miliar dibanding tahun 2020 sebesar Rp406 miliar. Pada laporan arus kas, diperoleh kas neto dari aktivitas operasi sebesar Rp137,85 miliar.
Direktur utama BEBS Hasan Muldhani menilai dengan membaiknya ekonomi seiring dengan menurunnya kasus covid 19 yang drastis serta adanya pelonggaran PPKM, membuat kinerja BEBS menjadi lebih baik dibandingkan tahun lalu.
"Diikuti dengan pelonggaran PPKM serta mendekati akhir tahun, kontraktor menggenjot pekerjaan proyek infrastruktur mereka agar selesai sebelum pergantian tahun." ujar Hasan.
Hasan pun mengatakan untuk sisa masa 2021, dia optimistis jika kondisi seperti saat ini dapat dipertahankan maka ekonomi akan semakin baik dan berdampak positif pada pertumbuhan aset dan kinerja BEBS.
"Kita optimis kondisi seperti saat ini dapat dipertahankan sehingga ekonomi semakin baik dan akan berdampak positif pada pertumbuhan dan kinerja BEBS, " tutup Hasan. (RO/OL-7)
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk hingga kuartal III 2025 membukukan penjualan Rp2,11 triliun atau meningkat 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kementerian Perdagangan memproyeksikan potensi pertumbuhan ekspor bahan bangunan dan konstruksi Indonesia ke pasar ASEAN.
GIAS Group, distributor bahan bangunan berkualitas, telah meresmikan GNET Experience Center perdananya di WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, pada Jumat (8/8).
Menghadapi tantangan pembangunan di wilayah dengan curah hujan tinggi, seperti Bogor, membutuhkan pemilihan bahan bangunan yang tepat.
INDUSTRI retail bahan bangunan Indonesia resmi kedatangan pemain baru.
Selama 40 tahun Aquaproof telah berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia.
Energi panas bumi yang dikelola PGE dipandang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung peningkatan bauran EBT nasional.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
EMITEN manufaktur komponen otomotif, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) optimistis akan dapat meraih target penjualan sebesar Rp6 triliun pada 2025.
USAI lepas status suspend, saham PT Puri Global Sukses Tbk (PURI) menembus batas auto rejection atas (ARA) selama enam hari berturut-turut. Investor
Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mengubah metode perhitungan free float saham di Indonesia perlu dikaji secara cermat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved