Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (21/10) dibuka pada level 6.670,27 dari penutupan kemarin di level 6.655,99.
IHSG diprediksi menguat. Secara teknikal trend bullish masih cukup kuat, IHSG akan menguji resistance all-time high. Pergerakan akan didorong rilis laporan keuangan, dimana saat ini telah memasuki musim rilis kinerja kuartal III-2021. Investor perlu berhati-hati di saham sektor energi terutama batubara, dikarenakan harga index batu bara ICE turun signifikan.
"Pada bursa Asia, indeks Nikkei dibuka +1,6% dan Kospi +0,7%. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini, seiring dengan sentimen positif dari bursa global dan regional. Data yang mungkin dapat menjadi perhatian pasar pada minggu ini adalah rilis data initial jobless claims AS dan neraca dagang AS untuk periode bulan Oktober," kata Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma, Kamis (21/10).
Mayoritas bursa saham AS kembali menguat semalam. Indeks S&P +0,84%, Nasdaq +2,11%, sedangkan Dow Jones -0,10%. Penguatan terjadi dibantu oleh rilisan kuartalan yang kuat dari perusahaan layanan kesehatan termasuk Anthem dan Abbott. Pasar juga optimistis terkait laporan keuangan kuartal III-2021 yang akan dirilis sejumlah emiten pekan ini, diantaranya Tesla, Netflix, Verizon, dan IBM.
Sementara kekhawatiran tetap menyelimuti pasar, tentang dampak kendala rantai pasokan dan inflasi pada pendapatan perusahaan. Investor mencerna pendapatan dan dampak gangguan rantai pasokan pada perusahaan Amerika.
Rilis terbaru telah membantu mengalihkan perhatian dari ketakutan stagflasi tetapi telah mengalihkan perhatian ke hambatan rantai pasokan yang tampaknya akan mengganggu pendapatan kuartal III-2021.
Di samping itu, menguatnya harga komoditas, yang didorong oleh kegagalan OPEC+ dalam memenuhi target produksi dan keputusan Rusia untuk tidak mengirimkan lebih banyak gas alam ke Eropa, juga menjadi sentimen positif bagi pasar. Yield UST 10 tahun naik ke angka 1,59%, sementara USD Index cenderung flat (+0,03%) di 93,96. (OL-13)
Baca Juga: Harga Emas Naik Tajam 14,4 dolar, Imbas Melemahnya Dolar AS
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa 17 Maret 2026.
IHSG dibuka menguat tajam 1,57% ke level 7.132 pada perdagangan Selasa (17/3). Tercatat 646 saham menguat dengan nilai transaksi Rp1,4 triliun.
IHSG ditutup anjlok 1,61% ke level 7.022 pada Senin (16/3/2026). Investor khawatir defisit fiskal melebar di atas 3% akibat tensi geopolitik & harga minyak.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin dibuka melemah seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi global.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan awal pekan, Senin (16/3), dibuka di zona merah.
IHSG ditutup menguat 1,20% ke level 7.106 pada Selasa (17/3). Simak analisis pemicu reli bursa saham jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 di sini.
IHSG ditutup menguat 1,41% ke level 7.440,91 pada 10 Maret 2026. Dipicu koreksi harga minyak global dan data penjualan ritel domestik yang melonjak 5,7%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026, dibuka menguat mengikuti pergerakan bursa global.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
IHSG ditutup melemah tajam 4,57% ke level 7.577 pada Rabu (4/3/2026). Kombinasi revisi outlook Fitch Ratings ke negatif dan konflik Timur Tengah picu capital outflow masif.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved