Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mendesak setiap daerah agar komoditas khas yang bisa didorong sebagai komoditi ekspor. Hal ini juga yang dilakukan Kementan di Cirebon, Jawa Barat. Kementan bersinergi dengan DPR akan mendorong mangga gedong gincu agar menembus pasar dunia.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mengingatkan hal tersebut. "Sektor pertanian bagai merpati putih yang tak pernah ingkar janji. Sangat berpeluang meningkatkan kesejahteraan khususnya petani, asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dengan sentuhan mekanisasi dan teknologi informasi, akan lebih efisien," tutur Mentan.
Hal senada diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi. Menurutnya, SDM pertanian harus berperan mendorong proses transformasi dari sistem pertanian tradisional menjadi modern.
"Untuk itu, SDM-nya harus digarap lebih dahulu, salah satunya melalui kegiatan pelatihan," kata Dedi dalam keterangan yang diterima Selasa (12/10).
Mewujudkan hal itu, Komisi IV DPR RI bersama Balai Besar Pelatihan Pelatihan (BBPP) Lembang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani di Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang digelar Sabtu (9/10) di Kecamatan Sumber yang melibatkan 120 petani.
Turut hadir Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika dan anggota Komisi IV DPR Ono Surono secara daring. Pada sambutannya, Ajat mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan Bimtek sebagai momen mencari relasi dan membangun kolaborasi.
"Saya yakin melalui kolaborasi dapat memperkuat dan meningkatkan produktivitas kita. Mudah-mudahan yang kita lakukan ini dapat membawa manfaat," katanya.
Penguatan teknologi budidaya mangga gedong gincu menjadi materi inti pada Bimtek kali ini. Peserta didorong untuk dapat melakukan penanganan pascapanen dan pemasaran mangga gedong gincu dengan standar ekspor.
Mendukung terwujudnya pemasaran mangga gedong gincu kualitas ekspor, disampaikan tentang pentingnya membangun kelembagaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang kuat dan solid.
Kabupaten Cirebon memiliki tiga komoditas hortikultura unggulan, yakni bawang merah, mangga gedong gincu, dan cabai. Adanya Bimtek kali ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada petani dalam memaksimalkan potensi komoditas tersebut menjadi usaha tani dari hulu hingga hilir. (RO/OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
RIBUAN warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terdampak bencana banjir. Sejumlah warga terpaksa harus mengungsi.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Dari kuota 29.372 calon jemaah haji, tercatat 29.613 jemaah telah menyelesaikan pelunasan Bipih hingga tahap ketiga yang berlangsung pada 20 hingga 23 Januari 2026.
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved