Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee memperkirakan bahwa pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan besok, Senin (4/10) akan melemah disebabkan oleh berbagai sentimen yang mempengaruhi.
"IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 6,174 sampai 6,086 dan resistance di level 6,286 sampai 6,300. Cenderung SOS," ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (3/10).
Menurut Hans, kecenderungan pelemahan IHSG pada perdagangan besok dikarenakan faktor eksternal. Salah satunya ialah pembahasan plafon utang pemerintah Amerika Serikat yang dikatakan akan menjadi salah satu sentimen utama di pasar pekan depan.
"Selain itu petunjuk tentang arah kebijakan dari pejabat the Fed serta kenaikan Yield Obligasi pemerintah Amerika Serikat akan mempengaruhi pergerakan pasar," ujar Hans.
Baca juga : Pemerintah Siap Fasilitasi UKM Merambah Pasar Global.
Hans menambahkan, risiko utama pasar keuangan bergeser ke Tiongkok akibat perkembangan gagal bayar Evergrande, krisis listrik juga menjsdi sentimen lainnya.
Menurutnya, pelaku pasar saat ini tengah mencermati kenaikan harga komoditas energi dunia akibat permintaan yang naik serta kenaikan inflasi akibat gangguan pasokan.
Sementara itu, dari dalam negeri perbaikan ekonomi Indonesia yang saat ini berjalan cukup baik menjadi sentimen positif pada perdagangan besok, di mana PMI Manufaktur Indonesia pada September 2021 sudah kembali di angka 52,2 atau zona ekspansi setelah terkontraksi pada Agustus 2021 di level 43,2.
"Hal ini menunjukkan sudah ada ekspansi di sektor industri manufaktur. Aktivitas pertumbuhan ekonomi akan pulih lebih cepat dari yang diperkirakan. Peningkatan PMI ini sejalan dengan terkendalinya penyebaran virus corona varian Delta," tuturnya.
Sentimen lainnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode September 2021 terjadi deflasi 0,04%. Tingkat inflasi tahun kalender sebesar 0,80% dan untuk inflasi tahunan sebesar 1,60%. Secara umum penyebab terjadinya deflasi pada September 2021 menurut kelompok pengeluaran adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,47% dengan andilnya mencapai 0,12%.
Deflasi lebih di sebabkan kelas menegah atas tidak agresif dalam melakukan konsumsi dan cenderung tidak ke pusat perbelanjaan akibat pandemi covid-19 varian delta. (OL-2)
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
IHSG hari ini ditutup melemah 0,31% akibat profit taking jelang libur Imlek. Simak analisis pasar terkait outlook Moody's dan agenda ekonomi Presiden Prabowo.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
IHSG hari ini ditutup menguat signifikan ke level 8.290,96 didorong sektor energi. Simak analisis pasar, kurs Rupiah, dan proyeksi IHSG untuk esok hari.
Presiden Prabowo sangat marah atas gejolak IHSG setelah MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia. Pemerintah bertekad jaga kredibilitas pasar modal.
Profil lengkap Franky Widjaja, nakhoda Sinar Mas Group, pengaruh bisnisnya terhadap IHSG, dan hasil pertemuan strategis dengan Presiden Prabowo di Hambalang.
RENCANA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pascademutualisasi menjadi perhatian serius DPR RI.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Kenaikan harga ini terjadi di tengah sentimen positif sektor konsumsi protein, setelah MBG memproyeksikan peningkatan kebutuhan protein nasional.
PT Wasaida Putra Cakra tahun ini membangun dua rumah sakit baru, sehingga perusahaan itu sekarang mengelola empat rumah sakit yang berlokasi di Klaten, Bali, Cepu dan Jepara.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Public Expose Live pada 26-30 Agustus 2024. Sebanyak 44 perusahaan tercatat berpartisipasi dalam acara tersebut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat di tengah perilaku pasar yang wait and see terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved