Kamis 30 September 2021, 07:40 WIB

Emas Jatuh Lagi 14,6 dolar Tertekan Kenaikan Dolar

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Emas Jatuh Lagi 14,6 dolar Tertekan Kenaikan Dolar

Antara
Ilustrasi

 

HARGA emas kembali berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis pagi WIB (30/9), jatuh ke level terendah dalam tujuh minggu. Tertekan oleh reli dolar naik dan ekspektasi bawa Federal Reserve AS dapat segera mulai mengurangi langkah-langkah dukungan ekonominya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merosot 14,6 dolar AS atau 0,84 persen menjadi ditutup pada 1.722,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (28/9/2021), emas berjangka juga jatuh 14,5 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.737,50 dolar AS.

Emas berjangka naik tipis 0,3 dolar AS atau 0,02 persen menjadi 1.752 dolar AS pada Senin (27/9/2021), setelah sedikit menguat 1,9 dolar AS atau 0,11 persen menjadi 1.751,70 dolar AS pada Jumat (24/9/2021), dan anjlok 29 dolar AS atau 1,63 persen menjadi 1.749,80 dolar AS pada Kamis (23/9/2021).

Apresiasi dolar membatasi kenaikan emas, kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, karena membuat logam mulia tersebut lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"(Jika) pasar saham menjadi tidak stabil lagi, emas dapat melihat permintaan safe-haven yang lebih baik memasuki bulan Oktober yang penuh gejolak secara historis," tambah Wyckoff.

Dolar, "safe haven" alternatif, menguat ke level tertinggi satu tahun terhadap mata uang saingannya, meskipun kebuntuan di Washington atas plafon utang AS mengancam akan menjerumuskan pemerintah ke dalam penutupan.

Jika pemerintah mulai ditutup, itu bisa mengangkat emas dan perak karena daya tarik safe-haven mereka, Wyckoff menambahkan.

Memberikan sedikit kelonggaran untuk emas, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun berkurang, meskipun bertahan di atas 1,5 persen, level yang tidak terlihat sejak akhir Juni, masih menjadi tantangan bagi emas.

Imbal hasil telah meningkat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh The Fed, yang dapat diterjemahkan menjadi lebih banyak kerugian untuk emas, kata analis FXTM Lukman Otunuga, karena hal itu akan meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden Fed Bank Philadelphia, Patrick Harker mengatakan "akan segera waktunya untuk memulai secara perlahan dan metodis" melakukan pengurangan pembelian obligasi.

Emas mungkin dipengaruhi oleh pidato dari para gubernur bank sentral serta angka Agustus untuk pengukur inflasi pilihan Fed, Otunuga menambahkan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 98,2 sen atau 4,37 persen, menjadi ditutup pada 21,485 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 14,9 dolar AS atau 1,55 persen menjadi ditutup pada 947 dolar AS per ounce. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Pengamat: Investasi UEA di Aceh Menambah Kesempatan Kerja

Baca Juga

Antara

Dorong Industri Jasa Tumbuh, Pemerintah Siapkan Banyak Program

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 03 Desember 2021, 13:07 WIB
Beberapa industri jasa justru melesat selama pandemi terjadi. Beberapa industri jasa yang bertumbuh di tengah pandemi ialah jasa informasi...
Ist/DPR

DPR Siap Kawal Terwujudnya Indonesia Jadi Pusat Industri Halal Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 12:59 WIB
Indonesia harus menjadi pelaku utama sebagai produsen produk halal global yang nilai ekonominya mencapai US$2,2...
MI/Dwi Apriani

Pusri Tandatangani Kontrak Gas Dengan Medco

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 03 Desember 2021, 11:15 WIB
PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang, Sumsel menandatangau dokumen perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Medco E&P...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya