Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Perikanan Nusantara tancap gas melakukan ekspor berbagai jenis produk perikanan. Setelah beberapa hari lalu melepas ekspor perdana gurita dari Cabang Makassar serta ekspor perdana ikan kaca piring dari Cabang Tegal ke Tiongkok, kali ini Perinus Cabang Bali melepas ekspor perdana 24 ton ikan black marlin ke Filipina.
Pelepasan ekspor senilai Rp600 juta itu dilakukan Direktur Operasional dan Pemasaran PT Perikanan Nusantara Primawan Badri, Selasa (28/9)
Acara pelepasan yang berlangsung di Kantor Perinus Cabang Benoa ini dihadiri oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Bali I Putu Wiwa Wirawan dan Kepala BKIPM Denpasar Anwar.
Primawan Badri mengatakan, kegiatan itu adalah rentetan ekspor PT. Perikanan Nusantara yang sebelumnya sudah dimulai pada 24 September 2021 dimana Cabang Tegal melakukan ekspor Ikan Kaca Piring ke Tiongkok dengan nilai transaksi Rp.413 Juta,
kemudian pada 25 September Cabang Makassar melakukan ekspor perdana ke Amerika Serikat untuk Gurita Steam dan Whole Frozen dengan nilai transaksi sebesar Rp12,9 Miliar.
Baca juga : Lego Bukukan Rekor Laba dan Omzet saat Toko Dibuka Lagi
“Cabang Benoa ini bermitra dengan nelayan yang memiliki lebih dari 100 armada kapal sehingga membuka potensi Cabang Benoa melakukan ekspor secara berkelanjutan. Kedepannya juga akan dilakukan ekspor tuna baik dalam bentuk whole frozen maupun sudah dalam bentuk loin atau dalam potongan steak,” jelas Primawan Badri.
Kemitraan PT Perikanan Nusantara (Persero) dengan nelayan merupakan wujud dari keinginan Menteri BUMN Erick Thohir dalam mengelola industri perikanan yaitu meningkatkan hubungan kerja sama serta keberpihakan kepada nelayan sebagai mitra strategis untuk mewujudkan nelayan yang sejahtera.
Dengan demikian, Perinus akan berkontribusi dalam meningkatkan produksi perikanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan, menyediakan bahan baku industri, dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kelautan dan perikanan, serta mampu menambah jumlah komoditas dan kuantitas produk yang akan di ekspor.
Semakin bertambahnya pasar ekspor ke berbagai negara dengan jenis produk perikanan yang berbeda-beda serta di dukung dengan fasilitas yang dimiliki membuat Perinus optimis dapat bersaing di pasar internasional.
Primawan Badri juga menyampaikan, selain sebagai offtake hasil tangkapan nelayan mitra, Perinus juga telah menjadi pengelola Sistem Resi Gudang komoditi perikanan yang sudah terealisasi di dua Gudang Perinus Cabang Surabaya dan Cabang Benoa dengan Nilai resi sebesar Rp2.2 Miliar, serta Perinus Cabang Benoa juga memfasilitasi nelayan mitranya yaitu Pak Nyoman Tamu untuk mendapat pemodalan operasional kapalnya sebesar Rp5 Miliar dengan menggandeng BLU- LPMUKP. (RO/OL-7)
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved