Kamis 23 September 2021, 12:10 WIB

Menteri KKP Janjikan Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Menteri KKP Janjikan Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Nelayan melakukan bongkar muat ikan di Pelabuhan Karangsong, Indramayu

 

MENTERI Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menjanjikan melakukan perbaikan sebagian besar pelabuhan perikanan yang belum memenuhi standar pada tahun depan. Namun, tidak disebutkan detail pelabuhan mana yang bakal ditata.

"Pelabuhan banyak sekali yang tidak memenuhi standar yang seharusnya. Ini yang akan kita benahi terus di 2022. Karena ini hal penting utama, sebab kalau (tempat) pendaratan tidak baik maka proses berikutnya tidak baik," ujar Trenggono dalam keterangannya, Kamis (23/9).

Sejumlah indikasi pelabuhan perikanan belum memenuhi standar ialah adanya bau yang ditimbulkan dari aktivitas perikanan di sana, pelabuhan perikanan belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga pelabuhan perikanan yang sepi aktivitas.

Perbaikan infrastruktur pelabuhan perikanan, lanjut Menteri KKP, akan mendorong peningkatan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar dunia. Pihaknya pun menjanjikan adanya kualitas produk perikanan mulai dari penangkapan, pendaratan, hingga sampai tahap pengolahan.

"Artinya, ikan mulai dari produksi, baik mulai dari tangkapan maupun budidaya. Lalu kemudian ini menjadi suatu standard operation procedure dalam proses pengolahan perikanan," tuturnya.

Baca juga: KKP Gandeng Prancis Bangun Pelabuhan Perikanan Ramah Lingkungan

Sejalan dengan perbaikan infrastruktur pelabuhan perikanan, KKP akan menerapkan kebijakan penangkapan terukur di tahun depan pula. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari subsektor perikanan tangkap.

Dengan kebijakan ini, pendaratan ikan tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, melainkan di pelabuhan yang tak jauh dari area penangkapan, sehingga perbaikan infrastruktur menjadi keharusan.

Trenggono menyatakan, perbaikan pelabuhan perikanan di Indonesia butuh dana besar sehingga tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terlebih di masa-masa pandemi Covid-19. Untuk itu, ia juga aktif mengupayakan program-program bantuan pembangunan dari lembaga internasional yang mendukung implementasi ekonomi biru pada sektor kelautan dan perikanan.(OL-5)

Baca Juga

Ist

Menko Airlangga Hartarto Pantau Langsung Operasi Pasar di Jawa Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 19:18 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan operasi pasar dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan...
Dok JIM

Nishitetsu Mulai Bangun Veranda 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 17:20 WIB
Nishitetsu Group menggandeng pengembang Pulauintan membangun apartemen The Veranda di koridor Lebak Bulus-Pondok Indah, Jakarta...
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

KPPU Bawa Permasalahan Minyak Goreng ke Ranah Hukum

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 16:40 WIB
Berbagai fakta kelangkaan, potensi penimbunan atau sinyal-sinyal harga atau perilaku di pasar akan menjadi bagian dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya