Rabu 22 September 2021, 21:41 WIB

Pertanian Menjanjikan, Kementan Ajak Petani Milenial Berorientasi Bisnis

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pertanian Menjanjikan, Kementan Ajak Petani Milenial Berorientasi Bisnis

Ist/Kementan
BPP Sukaraja Sukabumi mengadakan pelatihan manajemen agribisnis terkait dengan kemitraan closed-loop yang diikuti oleh 30 pemuda tani.

 

PERTANIAN adalah sektor yang sangat menjanjikan, utamanya selama pandemi Covid-19. Pertanian juga memiliki banyak sektor yang bisa digali. Oleh karena itu, Kementan mengajak petani milenial untuk berorientasi pada bisnis. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada triwulan II/2021, produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian mengalami pertumbuhan tertinggi di antara semua sektor lapangan usaha. Sektor pertanian disebut tumbuh sebesar 12,93%, bila dibandingkan triwulan sebelumnya atau quartal-to-quartal (q-to-q). 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menyebutkan, capaian tersebut menandakan sektor pertanian telah terbukti tangguh menghadapi pandemi Covid-19. 

"Baik data maupun faktualisasi lapangan semua menunjukkan kendali yang baik dan terus mengalami peningkatan tren yang baik," kata Mentan. 

Tak hanya itu, sektor pertanian juga berkontribusi sebesar 14,27% terhadap PDB nasional. Capaian tersebut merupakan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pengolahan, yaitu sebesar 19,29%.

“Ini menunjukkan bahwa pertanian sejauh ini tidak pernah minus, terus mengalami pertumbuhan," ujarnya menambahkan. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, pertanian adalah sektor terbuka yang dapat dimaksimalkan generasi muda.

“Pertanian sangat terbuka untuk semua usia. Semakin muda semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya. Pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan," tegas Dedi dalam keterangannya, Rabu (22/9).

"Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian. Bicara regenerasi petani program YESS lah solusinya, bicara pertanian generasi mudalah jawabannya,” tutur Dedi.

Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS), melakukan kolaborasi dengan Kemenko Perekonomian untuk mencetak petani serta wirausaha pertanian milenial sukses yang akan menjadi role model.

Bertempat di BPP Sukaraja Sukabumi, Senin (20/9) diadakan pelatihan manajemen agribisnis terkait dengan kemitraan closed-loop, yang diikuti oleh 30 pemuda tani di wilayah kabupaten Sukabumi. 

Antusiasme terlihat dari seluruh peserta saat narasumber, Prof Firdaus, memaparkan dampak teknologi pada produktivitas.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Pendapatan Petani Hortikultura serta Peluang dan Tantangan Usaha Hortikultura yang dipaparkan oleh Karen Tambayong dari Ketua Komisi Tetap Pengembangan Hortikultura Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia dan Soekam dari PT Pasar Komoditas Nasional. 

“Pemerintah memastikan akan terus mendukung berbagai inisiatif sinergi dan kolaboratif seperti inklusif closed loop yang melibatkan petani, koperasi, perbankan, hingga off taker diharapkan menjadi lesson-learned bagi petani hortikultura," ujar Project Manager program YESS Inneke Kusumawati.

"Program Closed Loop untuk program YESS sendiri akan difokuskan di Kecamatan Sukaraja. Koperasi yang sudah terbentuk dan berada di lokasi ini akan dijadikan sebagai hub/agregator pelaksanaan program dalam hal pemasaran hasil pertanian,”  jelas Inneke. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, PStore Komit Penuhi Kepuasan Konsumen

👤Widhoroso 🕔Senin 06 Desember 2021, 00:30 WIB
KENYAMANAN konsumen menjadi salah satu hal yang harus dipenuhi setiap perusahaan untuk bisa tetap bertahan dalam...
DOK Pribadi.

Merek Lokal Queensland Luncurkan Koleksi Terbaru

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Desember 2021, 23:09 WIB
Koleksi tersebut dapat ditemukan dan dibeli di toko offline yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan tersedia pada online store yang...
Dok. Nippon Paint

Ekspansi Bisnis ke sektor Konstruksi, Nippon Paint Akuisisi Selleys dan Vital Technical

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Minggu 05 Desember 2021, 22:10 WIB
akuisisi itu didasari potensi pasar retail SAFL dapat mencapai Rp6 Triliun per tahun berdasarkan penelitian pasar yang dilakukan secara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya