Minggu 19 September 2021, 18:50 WIB

Beri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kemenaker Hadirkan Program Desmigratif

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Beri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kemenaker Hadirkan Program Desmigratif

Antara/Agus Alfian
Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia menjalani karantina saat kembali ke Tanah Air

 

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan menghadirkan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang bertujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarganya. Upaya ini diwujudkan melalui salah satu pilar Desmigratif yaitu Community Parenting.

Untuk memperkuat pilar Community Parenting tersebut, Kemenaker telah menggelar Expert Meeting dengan LKK-PBNU dalam menyusun Modul Community Parenting Desmigratif.

"Expert meeting kali ini diharapkan dapat merumuskan pola pengasuhan berbasis komunitas (community parenting) bagi anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), karena ini tanggungjawab kita bersama," kata Staf Khusus Menaker Hindun Anisah yang dikutip dari siaran pers, Minggu (19/9).

Community Parenting sendiri merupakan pola pengasuhan secara bersama oleh masyarakat bagi anak PMI selama orang tuanya pergi bekerja ke luar negeri.

Hindun menyatakan, dalam pelaksanaan pilar Community Parenting ditemukan beberapa permasalahan di lapangan, seperti anak-anak kerap mengalami kesulitan berkomunikasi dengan orang tuanya yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), kesulitan dana untuk sekolah dan keperluan sehari-hari, bermasalah dalam lingkungan masyarakat dikarenakan sering dianggap anak yang tidak memiliki keluarga yang utuh, dan pengasuhan anak-anak PMI oleh keluarga asuh biasanya kurang optimal dibandingkan dengan pengasuhan yang dilakukan orang tua kandung.

Baca juga : Gobel Minta Pemerintah Konsisten Lindungi Pemasok Kecil dan Menengah

Oleh karena itu, Modul Comunity Parenting Desmigratif yang disusun bersama antara Kemnaker dan LKK-PBNU ini diharapkan menjadi solusi atas berbagai masalah dalam implementasi Community Parenting tersebut.

"Ibu Menaker Ida Fauziyah telah meminta seluruh jajaran Kemnaker agar program Desmigratif, khususnya pilar Community Parenting ini benar-benar mewujudkan kepedulian yang nyata terhadap perkembangan anak-anak PMI," ujar Hindun.

Dia menjelaskan, konsep dan model pembangunan community parenting di Desmigratif dapat saja berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya, terutama karena adanya perbedaan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat.

"Kami sangat optimis bahwa hasil dari expert meeting ini akan memperkaya konsep pembangunan komunitas keluarga dalam community parenting sebagai salah satu pilar program Desmigratif," pungkas Hindun. (OL-7)

Baca Juga

Ist/Kementan

Mentan SYL dan Mentan se-ASEAN Bahas Kerja Sama Bidang Kesehatan Hewan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:02 WIB
Indonesia juga dipercaya untuk memimpin Regional Assessment Study on Newcastle Disease in...
Antara

Kemenhub Urus Izin Komersial Pelita Air, Mau Gantikan Garuda?

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:27 WIB
Pelita Air digadang-gadang menjadi pengganti Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional. Adapun Pelita Air memiliki dua izin,...
Ist

Rapsel Ali: RI Perlu Bangun Klaster Lokal dan Dominasi Pasar Pangan Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 15:13 WIB
Selain BUMN klaster pangan, pemerintah juga perlu mendorong peran swasta termasuk usaha mikro kecil dan menengah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya