Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN pialang dan konsultan asuransi yang mempunyai misi menjadikan asuransi sederhana dan mudah, PT Multiniaga Intermedia Proteksi (MIP), hari ini memperkuat posisi perusahaannya yang telah 18 tahun berkiprah di industri asuransi di Tanah Air melalui tiga pilar yaitu transformasi, dinamis, dan visioner.
Hal ini dilakukan untuk merambah pasar yang lebih besar dan melayani para klien lebih baik lagi dan menjadi mitra asuransi pilihan utama. Tonggak sejarah yang ditandai dengan acara syukuran sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh klien serta mitra bisnis MIP dan segenap direksi, manajemen beserta karyawan MIP, semua merayakan dengan suka cita.
Dalam perjalanannya, MIP didukung oleh tim yang mempunyai satu filosofi bahwa semangat profesional menjadikan MIP dipercaya menangani lebih dari 200 perusahaan pelanggan hingga saat ini. Wujud dari totalitas MIP berinovasi dalam teknologi tinggi dilakukan secara konsisten menyajikan pengembangan piranti lunak dan ragam layanan digital yang manfaatnya diperuntukkan agar kesejahteraan dan kesehatan karyawan perusahaan pelanggan selalu menjadi lebih baik.
Transformasi teknologi MIP untuk employee benefit dimulai dari Qbenefit system (layanan Flexben), sistem yang dibangun khusus untuk menjalankan program kesehatan yang fleksibel, yang mana setiap peserta dapat mengakses sistem ini untuk kebutuhan asuransi kesehatannya.
Untuk mendukung Qbenefit system, MIP membangun sistem aplikasi digital terkini dengan menyajikan program wellness untuk membantu perusahaan pelangggan dalam menjaga rasio klaim dengan target utamanya membuat karyawan menjadi lebih sehat dan produktif. Qwell, yaitu sistem aplikasi terkini yang menyajikan program wellness pendukung benefit yang sudah berjalan, menstabilkan rasio klaim, menjaga premi sesuai anggaran perusahaan.
Baca juga: Dua Perusahaan Dukung Perempuan Indonesia Jadi Pengusaha Kuliner Digital
"Meskipun masih dalam masa pandemi covid-19, MIP tetap optimistis kondisi akan segera membaik, karena selain employee benefit, MIP juga menangani asurangi kerugian lainnya. Oleh sebab itu, transformasi perusahaan menjadi pialang asuransi dengan layanan berteknologi tinggi sudah menjadi kebutuhan tak terelakan untuk menyajikan layanan berkualitas dan keahlian profesional bagi perusahaan pelanggan kami," ungkap Albert Budi, President Director MIP, dalam keterangannya, Jumat (17/9).
Perubahan perilaku konsumen dalam masa dan paska pandemi telah memberikan dampak serta peluang bagi industri asuransi. Ketika risiko kesehatan dan kematian makin tinggi, sebagian besar masyarakat akan cenderung melihat asuransi sebagai kebutuhan mereka, selain kebutuhan primer seperti pangan, sandang, dan papan.
"MIP bergerak dinamis membantu perusahaan pelanggan mengidentifikasi kebutuhan asuransinya dan merekomendasikan jaminan asuransi yang paling sesuai dengan kondisi dan harga yang paling menguntungkan serta menjaga kestabilan premi sehingga membuat pengalaman berasuransi menjadi mudah dan sederhana," jelas David Setiadi, Operational Director MIP.
Ruvina Tresia, Associate Director MIP, menambahkan, pihaknya berusaha menjadi perusahaan pialang asuransi yang visioner serta terus menjaga amanah sebagai perantara (intermediary), konsultan, dan pemberi edukasi terkait kebutuhan berasuransi dari perusahaan pelanggan.
"Sebagai wujud dari dukungan program regulator mengenai pemberian jaminan serta perlindungan terhadap para pengguna asuransi, MIP menerapkan nilai-nilai perusahaan yaitu HEBAT (Honesty, Excellent, Brave, Attitude, dan Teamwork), bahwa kami mampu menjadi payung penjaga bagi sesama, seperti tersimbol di logo perusahaan, bagi klien, mitra asuransi, mitra bisnis, karyawan kami sendiri dan semua pendukung usaha kami," pungkas Ruvina. (RO/S-2)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
DALAM rangka memperkuat penetrasi pasar dan memaksimalkan potensi pembiayaan di wilayah Jawa Barat, PT Shinhan Indo Finance (SIF) mengoptimalkan kembali operasional Kantor Cabang Bandung.
Dalam rancangan awal, kewajiban ini akan menyasar perusahaan dengan skala besar, yakni yang memiliki jumlah karyawan minimal 2.000 orang.
Melalui sistem Unified User, hambatan administrasi dalam proses rekrutmen diminimalisir.
MEREK perawatan kulit asal Korea Selatan, Innisfree, menutup seluruh gerai fisiknya di Indonesia. Perusahaan tetap melayani konsumen melalui penguatan kanal digital dan retailer resmi.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
PERUSAHAAN harus mampu menjalankan dua mesin secara paralel yaitu menjaga bisnis inti tetap optimal sambil terus melakukan langkah-langkah inovasi terobosan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved