Kamis 16 September 2021, 19:10 WIB

Gandeng Idea, Himbara Luncurkan Digiku Kredit tanpa Bunga Melilit

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Gandeng Idea, Himbara Luncurkan Digiku Kredit tanpa Bunga Melilit

DOK Pribadi.
Gubernur BI berharap ada penyelarasan Digiku dengan QRIS agar semua transaksi pelaku usaha bisa tercatat secara digital.

 

KEBUTUHAN dana tunai untuk membangun kembali usaha yang sempat terdampak pandemi menjadi isu utama yang dihadapi pelaku UMKM di Indonesia. Membangun usaha kembali sama dengan membangun perekonomian keluarga sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sayangnya, sebagian dari mereka, tak lagi berpikir panjang untuk bisa mendapat pinjaman hingga berujung pada jeratan masalah baru yang lebih pelik. 

Kondisi tersebut terbukti, salah satunya dengan terus bertambahnya orang yang akhirnya melapor sebagai korban dari menjamurnya pinjaman online ilegal atau yang dikenal dengan sebutan pinjol. Usaha ilegal itu bermunculan bak solusi bagi pelaku UMKM yang menawarkan kemudahan dan kecepatan proses pengajuan pinjaman. Hanya KTP dan akses pada ponsel pribadinya, seseorang akan dengan mudah mendapat pinjaman bahkan hingga Rp20 juta. 

Kemudahan dan kecepatan seperti itu sebelumnya tidak bisa diperoleh dari perbankan. Banyak masyarakat yang urung mengajukan kredit ke bank dan memilih pinjol karena menginginkan pencairan yang lebih cepat tanpa harus menyerahkan berlembar-lembar dokumen. Situasi tersebut akan dijawab oleh kehadiran Gerakan Digiku. 
Transformasi digital yang terdorong dengan cepat pascapandemi juga terjadi di sektor keuangan dan perbankan. Kemudahan khas industri digital diterapkan dalam Digiku dengan dimotori empat bank milik negara yang tergabung dalam Himbara, yaitu BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.

Menggandeng industri e-commerce, Digiku membuka akses sangat luas bagi pelaku usaha yang sudah onboard di platform. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sambutannya, Kamis (16/9), menegaskan pentingnya mendukung transformasi digital dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM. "Kami berharap Digiku dapat semakin menyasar para pelaku usaha secara daring dan mempermudah pengajuan pinjaman dengan suku bunga kredit yang rendah dan terjangkau, dengan jangka waktu yang sesuai."

Gubernur BI juga berharap ada penyelarasan Digiku dengan QRIS agar semua transaksi pelaku usaha bisa tercatat secara digital. "Hal ini nanti dapat menjadi parameter kredit scoring sehingga membantu pelaku usaha dalam mengajukan kredit," katanya menambahkan. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan juga menyampaikan dukungannya pada Digiku. Menko Luhut menyambut baik kerja sama perbankan dengan industri e-commerce melalui Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) untuk penyelarasan data. "Himbara dan e-commerce sudah selaraskan data sehingga proses pengajuan kredit bisa dipercepat tanpa tatap muka dan dengan bunga yang kompetitif."

Menko Luhut sangat optimistis serapan kredit melalui Digiku akan cukup signifikan. "Dari target pada 2020 sebesar Rp4,2 triliun telah terealisasi sebesar Rp2,9 triliun dan akan terus bertambah seiring peningkatan pelaku UMKM yang sudah onboarding,” ujarnya menjelaskan. 

Yang menarik dari Digiku yaitu ada kerja sama lintas industri dengan tujuan yang sama. Kerja sama industri perbankan yang menggandeng e-commerce dalam penyaluran kredit permodalan ini menarik dengan memanfaatkan teknologi. 

Sesuai namanya, Digital Kredit UMKM, Digiku dirancang secara digital membantu pelaku UMKM yang kesulitan permodalan. Jadi, pelaku usaha diharapkan bisa onboard ke platform agar bisa memiliki pencatatan usaha secara digital yang nantinya digunakan sebagai parameter penilaian saat mengajukan pinjaman. Pelaku usaha tak lagi harus susah payah melampirkan lembaran-lembaran dokumen lagi. 

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Bima Laga menyambut baik kerja sama ini karena akan sangat membantu pelaku usaha. "Kami berharap banyak pelaku UMKM yang akan terbantu. Selama penyelenggaraan Gernas BBI saja penambahan jumlah yang onboard ke platform e-commerce sudah mencapai 8 juta pelaku usaha. Belum lagi yang sudah lebih dulu onboard," kata Bima. "Kami yakin ini akan secara signifikan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia."

Ketua Himbara, Sunarso, juga menyatakan optimismenya. "Selain bisa membantu permodalan pelaku UMKM, kami juga berharap dapat menekan permasalahan yang disebabkan menjamurnya pinjol ilegal," kata Sunarso. Digiku diharapkan membuka akses bagi masyarakat di seluruh daerah untuk bisa menjangkau produk perbankan yang lebih aman dan nyaman.

Seperti dijelaskan di atas, nanti pelaku usaha bisa mengajukan kredit yang termasuk dalam Digiku langsung melakui platform e-commerce. Namun di tahap awal ini, pelaku UMKM bisa mengakses digiku.id terlebih dulu. Pelaku usaha bisa memilih salah satu produk dari empat bank Himbara. Pengajuan bisa melalui laman digiku.id yang nanti diarahkan ke halaman pengajuan masing-masing bank serta akan divalidasi dan verifikasi oleh bank yang dituju. 

Baca juga: Komitmen dan Kepercayaan, Kunci Sukses Berjualan Daring

Pengajuan akan lebih mudah layaknya pinjaman online. Perbedaannya tentu dari suku bunga yang diterapkan. Produk-produk Digiku menawarkan pinjaman dengan bunga sangat ringan dan tenor pembayaran yang bisa disesuaikan. Pinjaman online ilegal menerapkan tenor yang sangat singkat, yakni sekitar 7-14 hari saja. (RO/OL-14)

Baca Juga

Antara

Saudi Akui Sinovac, Jemaah Umrah dan Haji Indonesia Bisa Lakukan Ibadah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 30 November 2021, 13:00 WIB
Kerajaan Arab Saudi telah mengakui serta menerima vaksin Sinovac dan...
ANTARA/Dedhez Anggara

Komisi VII DPR : RUU Migas Rampung Dibahas di 2022

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 30 November 2021, 12:59 WIB
"Alhamdulillah, kesepakatan terakhir dan membangun kesepakatan formal di fraksi bahwa ini kita dorong masuk (prolegnas) dan kita akan...
Dok.Pri

Tays Bakers Lakukan IPO untuk Ekspansi Perusahaan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 12:50 WIB
PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers(TAYS), produsen makanan ringan sehat Indonesia yang telah menembus pasar internasional,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya