Kamis 16 September 2021, 17:23 WIB

Mendag: Ekonomi Digital Bisa Persempit Celah Kaya dan Miskin

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Mendag: Ekonomi Digital Bisa Persempit Celah Kaya dan Miskin

Antara
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat meninjau gudang e-commerce agrikultur di Cikarang, Jawa Barat.

 

MENTERI Perdagangan Muhammad Lutfi menilai pengembangan ekonomi digital akan memperkecil kesenjangan ekonomi masyarakat. Pernyataan Lutfi mengacu studi dari Asian Development Bank (ADB).

Hal ini disampaikannya dalam peluncurkan aplikasi Warung Pangan secara virtual. Aplikasi tersebut diharapkan memberikan kemudahan berbelanja bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

"Studi dari ADB menujukkan bahwa dengan ekonomi digital, akan terkikis antara yang punya dan yang tidak punya, gap antara yang kaya dengan yang miskin. Oleh karena itu, Warung Pangan adalah terobosan yang mesti kita dukung," tutur Lutfi, Kamis (16/9).

Baca juga: Pengamat: Peluang Ekonomi Digital Dinilai Mampu Pulihkan Ekonomi

Lebih lanjut, dirinya menyoroti perkembangan ekonomi digital di kancah internasional. Menurutnya, isu tersebut kerap menjadi pembahasan dalam sidang forum negara-negara ASEAN, yang diikuti menteri perdagangan dengan perwakilan pejabat negara.

"Karena kira bicara mengenai inovasi digital pertanian, saya kemarin baru sidang ASEAN selama lebih dari empat hari. Kita bicarakan bagaimana mangembangkan ekonomi digital," imbuh Lutfi.

Baca juga: Menkeu: Ada 5 Faktor agar RI Bisa Lolos dari Middle Income Trap

Pihaknya pun mendukung terobosan Kementerian BUMN yang meluncurkan pemasaran produk Rania dan Nusakita dalam aplikasi Warung Pangan. Langkah itu tidak hanya menolong konsumen, namun juga petani dan pelaku usaha. Sebab, produk pangan yang dijual bisa memiliki nilai tambah.

Menteri BUMN Erick Thohir berharap adanya dukungan pendanaan dari Himbara untuk warung pangan tersebut. Pihaknya menargetkan jumlah peserta Warung Pangan bisa bertambah dari saat ini sekitar 47 ribu pelaku usaha.

"Saat saya lihat di Jakarta ada 35 ribu warung. Mereka sudah transisi  di mana income online lebih besar dibandingkan offline-nya. Tetapi, harus kita pastikan itu biaya logistiknya bisa ditekan, agar lebih murah," kata Erick.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara/Aprillio Akbar

Kementerian PUPR Bangun SPAM di Kawasan DPSP Lombok-Mandalika

👤M Ilham Ramadhan 🕔Minggu 27 November 2022, 19:15 WIB
Pembangunan mulai dikerjakan di Kecamatan Sembalun untuk mendukung layanan air bersih perpipaan di kawasan pariwisata Geopark Rinjani,...
MI/AGUNG WIBOWO

60% Mahasiswa Usia Produktif, UT Dukung Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif

👤¬†Faustinus Nua 🕔Minggu 27 November 2022, 18:35 WIB
Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat mengungkapkan bahwa sekitar 60% dari mahasiswa UT berada pada usia...
Antara

Dana Desa Naik pada Tahun Depan, MPR: Bentuk Dukungan Pemerintah

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 27 November 2022, 18:32 WIB
Pada tahun ini, setiap desa mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp1 miliar. Lalu pada 2023, anggaran dana desa dinaikkan dua kali lipat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya